KELUARGA PENGARANG

Archive for the ‘TRaVelling’ Category

literacyclinic.jpgBuat temen-temen yang berada di kota Jakarta, Bandung, dan cirebon, September ini bisa ketemu sama Gola Gong di:

1. Sabtu, 8 September 2007, Hotel Sofyan, Jl. Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, pukul 09.00 – 11.00 WIB. Gong akan memberikan tip bagaimana memulai menulis dan mengatasi writer block. Datang saja.

2. Minggu, 9 September 2007, pukul 13.00 – 15.00, di Be-mall, Jl. Naripan Bandung. Peluncuran kumcer “Di bawah Langit Ka’bah” (Grafindo, September 2007). Ada pemutaran film dok. Rumah Dunia dan ngobrol seputar proses kreatif Gola Gong.

ggtihami-2.jpg3. Senin, 10 September 2007, di Mizan MP Book Point, Kemang, Jakarta Selatagn, pukul 14.00 WIB. Launching phone-novel.

4. Sabtu, 22 September 2007, pukul 09.00 – 12.00, di mesjid Pertamina, Cirebon. Bedah buku “Menggenggam Dunia”.

Advertisements

mesir-1.jpgCatatan Perjalanan oleh Gola GongSaya datang ke Mesir ats undangan KBRI (Atase Pendidikan dan Kebudayaan) bekerjasama dengan PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahsiswa Indonesia) dan ICMI Orsat Cairo, dalam acara “Pengembangan Potensi dan Karya di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir”, 6 Juli – 14 Juli. Forum Lingkar Pena Mesir sebagai supporting. Sedangkan Keluarga Mahasiwa Banten menyusup. Mereka pernah juga mengundang Ahmadun Yossy Herfanda, Helvy Tiana Rossa, dan Asma Nadia. Kali ini saya bersama Pipit Senja, Irwan Kelana (wartawan Republika), dan ustad Faudzil Adhim. Read the rest of this entry »

mesir-2.jpgCatatan Perjalanan oleh Gola Gong

Saya kini di Wisma Nusantara. Badan terasa segar setelah mandi. Di meja makan tercium aroma sedap sarapan pagi. Ada mangkok berisi nasi goreng. Wuih, selera makan saya langsung bangkit. Saya ingat, pernah menerima SMS dari Panitia (mungkin Nidol atau Suhartono) yang berbunyi, “Bisa nggak Mas Gong langsung memberi materi pelatihan setelah datang di Kairo?” Saya menjawab SMS itu, “Bisa saja. Asal sedikan sarapan khas Mesir, nasi goreng, telor dadar, dan kornet.” Read the rest of this entry »

gong-1.jpgOleh Gola Gong

“Ke jalan baru, Pah!” itulah kalimat yang akhir-akhir ini sering aku dengar dari mulut kedua anakku; Bella dan Abi. Kosa kata “jalan baru” memang sedang nge-top di kampungku, komplek Hegar Alam, Ciloang. Jika biasanya orang-orang ke kampungku selalu lewat utara dari jalan protokol; Jendral Sudirman, atau pintu selatan dari kampung Cikubil, kini ada jalan baru di sebelah barat; Jl. Bhayangkara. Jalan berukuran 2 meter ini melintasi persawahan dan menyusuri sungai irigasi, melewati jembatan dari tiga batang kelapa dan persis berujung di Rumah Dunia.

*** Read the rest of this entry »

mudal-2.jpgOleh Gola Gong

Suatu hari aku berhenti di stasiun Varanasi, kota di Utar Pradesh, India. Aku menaiki rickshaw , India, menuju kota tua bernama Chowk bazaar di wilayah Gaudalia. Varanasi adalah kota suci umat Hindu, dimana sungai Ganga membelah kota tertua di dunia, yang sudah berumur 3000 tahun lebih. Mark Twain , pengarang kondang Amerika pernah mengunjungi Varanasi pada 1896 dan menulis di buku hariannya, “Varanasi is older than legend and look twice as old as all of them put together” Read the rest of this entry »


YanG BerkunjuNG :

  • 171,132 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

October 2017
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU