KELUARGA PENGARANG

Archive for the ‘TiPS’ Category

Saya sedang sakit. Mohon do’a. Lumbal 5 saya makin mengecil, menjepit saraf kedua kaki. Tahun baru kemarin, saya masuk rumah sakit lagi. Kedua kaki dan tangan kanan saya sering kesemutan. Panas dingin teus. Sekarang, saya sedang terapi di dokter holistic, seminggu dua kali. Akupuntur. Disetrum. Saya sedang berjuang, agar tahap awal kelumpuhan itu teratasi. Kata dokter, insya Allah, proses penyempitan ini diusahakan berhenti. Tapi, untuk sembuh memang suulit, selain faktor usia. Selain itu, terapi lain, setiap pagi, saya melakukan jalan ringan. Minum 8 gelas sehari dan diet.

Semua tergnatung Allah SWT. Saya hanya berusaha, berikhtiar. Saya jarang akses internet sekarang. Mohon maaf jika saya ada salah. Tetap semangat.

Was

gg

malaka-31.jpgOleh Gola Gong

Menulis cerita fiksi (cerpen dan novel) itu gampang, kata orang. Ah, masak? Bagi yang gampang, ya gampang. Bagi yang sulit, ke laut ajah. Lalu bagi saya, bagaimana? Sudah lebih 6 novel saya tulis, aapa itu bukan berarti gampang? Ah, tidak juga. Bagi saya, tidak ada yang gampang di bumi ini dn tidak ada yang sulit juga, asal kita memiliki kemauan dan mau bekerja keras. Aduh, kok berbelit-beli amat, sih? To the point sajalah, ”Menulisitu gampang atau susah?” Read the rest of this entry »

Problem penulis pemula ibarat memakan mie instan; diseduh langsung dimakan. Menulis ingin langsung jadi. Duduk di depan komputer, ngetik, langsung jadi cerpen atau novel! Padahal proses (kreatif) sebuah karya yang baik adalah melalui membaca dan riset. Read the rest of this entry »

anak1.jpgOleh Gola Gong

Ayu Utami menulis di koran Seputar Indonesia (31/12/06), ”Bumi bulat mudah menggelinding, bumi datar mudah retak.” Dia menyoroti pernyataan Thomas L. Friedman (The Worl is Flat), yang mengatakan bahwa gara-gara infrastruktur jejaring informasi teknologi lewat serat optik yang ditanam di dasar laut, kita bisa saling berhubungan secara horisontal dengan internet. Bumi pun jadi datar. Tapi, juga mudah retak karena gara-gara gempa di Taiwan, keasukan kita berinternet-ria terganggu. Bahkan telepon seluler pun tidak nyaman kita pakai lagi. Ya, bumi bulat ternyata menyimpan potensi bencana; longsor, banjir, gempa, dan tsunami. Sedangkan bumi datar gara-gara internet, juga rawan ganguan karena serar optiknya rentan. Read the rest of this entry »

familigg_39.jpgOleh Gola Gong Sebetulnya siapa sih, yang boleh menyandang gelar ”pengarang” atau ”penulis”? Apakah dia harus bergelar S1 hingga S3? Kayaknya nih, bergelar atau nggak, boleh saja. Generasi terdahulu, kalau mau menulis ya menulis saja. Banyak pengarang yang malah meninggalkan bangku sekolah atau kuliah hanya karena ingin berkonsentrasi penuh dengan dunia menulis. Read the rest of this entry »

abi_1.jpgOleh Gola Gong

Suatu hari, kami makan malam bersama. Kursi yang hanya empat mesti ditambah, karena dua anggota baru di rumah semakin tumbuh besar. Anak ketiga; Odi (2,5 tahun), mulai sering meminta haknya. Begitu juga si bungsu; Kaka (1,5 th), ikut-ikutan kpingin duduk sendiri.   Read the rest of this entry »

Oleh Gola Gong 

Kalau kita hendak menulis cerpen atau cerbung, kadang terlintas di benak kita: konfliknya apa, ya? Waduh, garing banget konfliknya! Bagi saya, konflik itu ibarat bumbu penyedap. Nggak ada konflik, wah, ibarat bakso nggak pake kuah. Coba aja kamu beli bakso. Cuma ada mie sama bakso, nggak ada kuahnya. Garing banget ’kan! Nah, begitu juga cerpen atau novel! Kalau nggak ada konflik, bacanya suntuk banget. Read the rest of this entry »


YanG BerkunjuNG :

  • 165,258 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

June 2017
M T W T F S S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

PopuLeR

  • None

FoTO-fotoKU

More Photos