KELUARGA PENGARANG

Archive for the ‘ESSAY’ Category

ts.jpggong-bella.jpgOleh Haris Firdaus – www.rumahmimpi.blogspot.com

Seorang anak kecil pergi ke alun-alun. Di sana, ia melihat seorang prajurit TNI yang terjun menggunakan parasut. Hatinya berdebar, matanya berdecak. Anak kecil itu mungkin kagum dengan peristiwa yang baru saja dilihatnya. Keinginan pun muncul. Lalu ia pulang ke kampungnya. Di sana, ia temui anak-anak sebayanya. Mereka ia ajak bermain perang-perangan. Anak kecil itu ingin jadi jenderal. Read the rest of this entry »

dindik1.jpgOleh Gola Gong

Tahun 2007 sudah diujung. Tinggal 3 bulan lagi, tahun pun berganti, 2008! Bagi Rumah Dunia sepanjang 2007 ini sangatlah luar biasa. Ada peningkatan volume kegiatan, terutama kegiatan tahunan seperti ”Ode Kampung 2: Temu Komunitas Sastra se-Nusantara”,  yang kontroversial dengan surat pernyataan sastrawan yang menolak arogansi dan dominasi sebuah komunitas atas komunitas lainnya, eksploitasi seksual sebagai standar estetika, serta menolak bantuan asing yang memperalat keindonesiaan kebudayaan kita. Ketiga point ini muncul melalui perdebatan sengit. Saat pembacaannya, saya mewakili Rumah Dunia  mengingatkan, bahwa ketiga point itu ditujukan untuk Rumah Dunia dan seluruh komunitas yang hadir di Ode Kampung. Read the rest of this entry »

Oleh Gola Gong

”Tanah tidak untuk mereka yang duduk ongkang-ongkang menjadi gemuk karena menghisap keringat yang disuruh menggarap tanah…,” Read the rest of this entry »

bukuku-2.jpgOleh Gola Gong

Rumah Dunia ada baik place – realized dream I always had, giving and sharing knowledge together, Gratulations! Saya mau kembali soon. Terima ksih to Enek and Aki for the enak makanan. 

 TURIS NYASAR
Catatan kecil gado-gado di atas ditorehkan Victor Jaschke, turis nyasar asal Austria, yang memanfaatkan waktu akhir pekan di Banten. Dia dibawa Iwan Nit Net dan Alfaris, dua budayawan Banten pada Minggu (16/7/07), menjelang Mahgrib. Saat itu di Rumah Dunia baru saja usai pelatihan perpustakaan oleh Firman, alumnus Jurusan Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok. Read the rest of this entry »

gendongbela-3.jpgOleh Gola Gong

Ketika kecil, hadis yang menyebutkan “surga itu di telapak kaki ibu” terbayang-bayang terus di kepalaku. Bahkan otak kananku selalu meminta-minta untuk bisa melihatnya. Kadang aku kecil memeriksa kaki Emak, apakah surga ada di sana. Emak lalu mendongeng Si Malin Kundang yang durhaka pada ibunya, sehingga dikutuk jadi batu. Kata Emak, kalau ingin melihat surga, aku harus berbakti pada keduaorangtua; Emak dan Bapak, juga ematuhi perintah Alah serta meninggalkan larangan-Nya. Read the rest of this entry »

anak-2.jpgOleh Gola Gong

 

Pernahkah suatu waktu, anak terkecil kita yang berumur 2 atau 3 tahun berlari meninggalkan kita hanya untuk berdiri di depan televisi? Saya pernah. Sering malah. Saat saya memberi menu dongeng sebelum tidur kepada anak saya yang ketiga (3 th) dan keempat (2 th), tiba-tiba mereka berlari ke depan televisi yang dinyalakan kedua kakak mereka. Sayup-sayup terdengar Benyamin S menyanyikan lagu, “Sang kodok, eh eh eh sang kodok…” Mereka menirukan lagu itu dengan gembiranya diselingi teriakan “Entong, Entong…!” Tentu dengan ejaan yang cadel. Tapi saya tidak pernah menyerah. Menu dongeng sebelum tidur tetap saya suguhkan, bersaing dengan menu di televisi. Read the rest of this entry »

jaringku-2.jpgJelang ”Keranda Merah Putih” 15 – 26 Agustus di Rumah Dunia – Oleh Gola Gong

Kehadiran Atut sebagai pejabat tertinggi di Banten dirasa perlu. Juga Taufik Nuriman. Ini terkait dengan kebijakan Atut yang membatalkan rencana pembangunan gedung perpustakaan pada 2006 dan Taufik yang ingkar janji (Banten Raya Post, Selasa 7/8). Read the rest of this entry »


YanG BerkunjuNG :

  • 166,403 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

August 2017
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

PopuLeR

  • None

FoTO-fotoKU