KELUARGA PENGARANG

Archive for the ‘BuKuKU HaTiKU’ Category

“The Journey” (Penerbit Maximalis Salamadani, Bandung, 2008) karangan Gola Gong, mengisahkan perjalanan Gola Gong menyusuri bumi Asia; dari Serawak, Malaysia, Thailand, Laos, Bangladesh, India, Nepal, dan Pakistan. Juga perjalanan spiritualnya. Buku ini juga ibarat sebuah proses perjalanan hidup kita yang panjang menuju perhentian abadi di sisi-Nya. 

Aku menulis ini dengan segala macam perasaan beraduk jadi satu. Aku mengetik memakai laptop Andi, lelaki yang menikahi adik perempuanku, sambil berdiri di rumah sakit, di sebuah ruangan paviliun bernama Arafah, kamar 6, RSUD Serang. Ruangan ini termasuk mewah untuk ukuran rumah sakit di Serang. Tarifnya sehari mencapai Rp. 700.000,-, plus obat dan dokter. Untung Bapak memiliki kartu askes, sehingga mendapat potongan. Sambil mengetik, sesekali aku melihat ke Bapak, berbaring tak berdaya. Sejak Jumat, 7 Desember 2007, Bapak terbaring. Di hari pertama, Bapak masih sempat bercanda dengan terbata-bata, “Kontrak di rumah sakit hanya lima hari.” Sekarang sudah 5 hari.

Read the rest of this entry »

Advertisements

goajajarlagi-2.jpgOleh: Tias Tatanka

Sampai sekarang, setiap melihat kanak-kanak, pikiran saya dipenuhi pertanyaan “apa yang ada di dalam benaknya?” Pandangan mata mereka begitu polos, cara bicara yang lucu, terkadang mereka melakukan hal sama berulang-ulang, yang menurut orang dewasa “begitu tidak praktis”. Itu menurut orang dewasa, tapi bagi kanak-kanak, perulangan itu amat menyenangkan, karena fitrahnya mereka sedang belajar. Hal terakhir sering kita sepelekan, kita cenderung tidak mau meniru proses ‘belajar’ seorang anak, akibatnya sering terjadi orang dewasa mengulang-ulang kesalahan. Read the rest of this entry »

bellamobil-3.jpgBuku “Beautiful Days” karyabella, yang ditulisnya selama 1 tahun, dari umur 7 tahun (Februari 2005) hingga 8 tahun (Februari 2006), dan diterbitkan Dar! Mizan pada Desember 2006 kini sudah cetakan ketiga. Surat-surat dari para pembca pun mulai berdatangan. Beberapa di antaranya bisa dibaca di sini. Suratnya lucu-lucu. Mereka ternyta menyukai buku Bella. Mereka merasa dekat dengan Bella. Inilah buku anak-anak yang ditulis oleh anak-anak. Maka, orang dewasa jangan ikut campur, ya. Biarkan anak-anak kita bergembira dan berbahagia. Kalo temen-temen mau berkenalan dengan bella, kirim surat aja ke Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam 40, Kampung Ciloang, Serang 42118. Insya Allah, dibalas. Read the rest of this entry »

bacadulu.jpgOleh: Tias Tatanka

Apa kabar, sahabat? Lama saya tidak berkirim kabar. Sua,i saya, Gola Gong, terapi terus. Dia semangat ingin sembuh. Di rumah, keempat anak saya semakin besar. Bella (9 th) sedang mengetik novel ketiganya. Abi (8 th) terus menekuni design, Didi (3 th) mulai nakal dan sering breantem denan Kako (2 th). Rumah say seperti di bus kota, ramai sekali. Read the rest of this entry »

Oleh Gola Gong

245.jpgSeorang penulis harus memiliki kerendahan hati, dan seorang calon penulis harus belajar memiliki sikap ini. Namun sikap yang fatal bagi sang calon penulis adalah sikap cepat putus asa. (Ismail Marahimin, Menulis Secara Populer, Pustaka Jaya, 1994) ***
Setiap 3 bulan sekali, di Rumah Dunia dibuka “kelas menulis”. Sudah berlangsung sekak Januari 2003. Pada 9 Januari 2005, angkatan kelima mulai berlangsung. Januari 2007, tidak terasa, kelas menuils angkatan kesembilan digulirkan. Beruntunglah peserta kelas angkatan kesembilan, karena pemateri tamunya; Arswendo Atmowilo, Naning Pranoto, dan Sides Sudaryato. Agustus nanti, seusai ”Ode Kampung 2: Temu Komunitas Sastra se-Nusantara”, angkatan kesepuluh dibuka. Read the rest of this entry »

demo.jpgOleh Gola Gong*)

Masyarakat Serang di awal September 2005 ini sedang memasuki babak baru, setelah puluhan tahun berada dalam wilayah “kegelapan” dimana jika ingin shoping benda bermerek mesti ke Karawaci atau Cilegon, kini akan mendapat karunia dari PT Maju Makmur Sentosa (PT MMS), sebuah mal terlengkap dan modern, yang lokasinya persis di nol kilometer, alun-alun kota Serang. Mal modern itu bisa berdiri dengan cara menghancurkan benda cagar budaya, bekas gedung Makodim (Markas Komando Distrik Militer) 0602 Serang, yang dilindungi Undang-undang No.5 tahun 1992 tentang benda cagar budaya (BCB).

***  Read the rest of this entry »

tanah.jpgOleh Gola Gong

“Rumahku rumah dunia, kubangun dengan kata-kata.” (Prasasti, 1996 – 2001)
***

Ketika bujangan, saya menyukai film serial televisi “Little House In The Praire”, diperankan oleh (almarhum) Michael Landon, diputar di TVRI sekitar tahun 1980-an. Di film itu diceritakan tentang sebuah keluarga Amerika, yang membuka lahan-lahan baru padang prairi. Di film itu sama sekali tidak menyentuh dunia politik, tapi lebih pada suka-duka sebuah keluarga dengan lingkungan barunya. Tetangga yang cerewet, anak-anak yang malas pergi ke sekolah, rumah yang bocor, gagal panen, dan srigala yang menyerang ternak. Kadang sambil menangis saya menyaksikan film itu. Bayangan saya tentang Amerika adalah liberalisme, tapi ternyata keluarga tetap saja penting. Read the rest of this entry »


YanG BerkunjuNG :

  • 171,132 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

October 2017
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU