KELUARGA PENGARANG

BERTEMU IDOLA, TEGUH “ALI TOPAN ANAK JALANAN” ES HA

Posted on: April 13, 2008

Sulit untuk memulai menulis ini. Tapi ada rasa semangat baru. Aku tidak ingin dikurung sepi di kamar 406 RS Holistik Purwakarta. Aku menempuh resiko tangan kananku jemper dan panas. Aku ingin menulis. Ya, harus kutulis. Peristiwa Minggu, 6 April sangatlah luar biasa dan membuatku szemakin percaya, bahwa Allah memang memiliki rencana-rencana misterius bagi hambanya. TErutama hikmah bagiku yang sedang sakit.

Pertama, Minggu lalu, Halfino Berry dari SYGMA (Syaamil Group Bandung) datang menjengukku. Memberi suntikan awal, bahwa mereka berada di belakangku. Hal – juga Helvy Tiana Rossa, Mutmainah, dan Asma Nadia – adalah anak-anak muda yang berjasa bagiku, mengenalkan Forum Lingkar Pena kepadaku, disaat aku frustasi menulis fiksi. Aku peluk Hal, terlebih dia ikut membantu meringankan biaya pengobatan. Juga Asma Nadia, Teh Pipit Senja, Forum Lingkar Pena, dan Portal Infaq. Subhanallah, kalian orang-orang yang menyayangiku.

Kemudian, Minggu, 6 April itu. Asdik Soepardi, anak Riau yang pernah studi banding ke Rumah Dunia, bersamaq Lady (komunitas 80) – istrinya, ujug-ujug datang menengokku. Di bel.akang mereka ada sobat lamaku di Gramedia Majalah, Jody Juwono, kini wartawan KOMPAS, serta… ini yang luar biasa. Mereka membawakanku seorang pengarang idolaku, Tegus Es Ha! Ya, Allah! Dialah pengarang buku yang melegenda, Ali Topan Anak Jalanan! Di era mudaku, siapa tak kenal si anak jalanan “Ali Topan”? Filmya yang dibintangi Junaedi Salad dan Widi Santoso kujlahap habis. Ah, andai novelnya bisa kubawa dari rak di Rumah Dunia.

Seperti mimpi. Kupeluk Teguh Es Ha! Ada beberapa pengarang yang menjadikan sumber inspirasiku selagi muda; Arsendo Atmowiloto, Teguh Esha, Harry Cahyono. Pipit Senja, Eddy D Iskandar, dan Emji Alif! Kini Teguh Es ha ada di depanku? Kuraba-raba dia! Lucunya, di antara mereka ada terselip wartawan koran Jurnas koresponden daerah – Riau. Abdul Azis, namanya. Dia anak muda yang dulu membaca novelku’ Balada Si Roy. WAH, seru! Aku kedtemu idolaku, Tegus Es Ha! Azis ketemu aku!

Anugrah lain, mereka memberiku segepok amplop. Aku terisak, menangis. Aku terharu, tapi juga malu. Sebetuln ya aku tidak layak menerima ini. Tapi, Mas teguh bilang, “Janganlah kita sombong. Janganlah kita menolak kebaikan orang lain. Saya juga pernah dibantu mereka. Saya pernah kena ginjal. Kita harus saling bantu.” Ketika kubuka suratnya, aku baru sadar bahwa yang memberi bantuan itu dari Menteri Kehutanan, H.MS Kaban. Aku kenal dia juga tidak. Kata Jodi, “Asdik yang punya ulah!” Ya, Allah… Doa-doaku Engkau kabulkan….

Aku membawa l;aptop ke RS. Aku bermaksud membuat novel untuk mengongkosi biaya perawatan. Tapi, ternyata aku tidak mampu. Pengapuran di leher ternyata membuatku susah berpikir. Saraf kejepikt di sekitar leher membuat kepalaku cepat blank. Tanganku kesemutan terus. Aku bilang sama istriku, “Mah, Papah capek cari uang. Papah ingin focus berobat. Tapi, dari mana uangnya? Papah udah nggak kerja di RCTI lagi.”

Ternyata Allah memudahkanku. Diberikannya aku anugrah hamba-hamba-Nya yang sebagian tidak aku kenal. Begitu anyak yang menbur kebaikan kepadaku. Fuad Hasim, Irwan Kelana, Bambang Trim dan Tasaro, Nanik Susanti, Eva Nukman, Elvy dengan Komunitas 80, Dee dengan Annida, dan entah siapa lagi…

Kawan, aku ingin berbagi cerita yang lain. Tentang surat yang dibawa Asdik dan istrinya. Bacalah kawan surat di bawah ini;

Bissmilaa hirrohmannirrohim

Adat orang sekampung halaman

Sakit sempit jenguk menjenguk

Adat orang hidup beriman

Pahit dan perih hatinya khusuk

Adat orang hidup sebanjakar Beramah tamah pagi dan petang

Adat orang berhati sabar

Ditimpa musibah hatinya lapang

Semoga saudaraku Golagong cepat sembuh,dapat berkarya seperti sedia kala di “Rumah dunia” , Amin.

Jakarta 4 April H.MS KABAN

Peristiwa ini ingin aku bagi, karena ternyata jika kita berdoa kepada Allah, dengan ikhlas dan pasrah, Allah akan mendengarkan dan mengabulkan. Subhanallah…. TErimakasih dari aku kepada kalian. Sungguh tidak terhingga. Dalam sakitku ini, bternyata aku memiliki baznyak saudara yang mencintaiku. Aku tidak sendirian. Dan aku kembali tgeringat petuah itu, orang baik ada di mana-mana…

3 Responses to "BERTEMU IDOLA, TEGUH “ALI TOPAN ANAK JALANAN” ES HA"

cepat sembuh, mas gong…

salam takzim,
~y~
(pembaca balada si roy, yang pernah mengundang mas gong jadi narasumber di masjid salman untuk bedah buku LP-nya andrea hirata, yang juga merasa salah tingkah (banget) ketika akhirnya bisa bertemu dan memoderatori mas gong, orang yang menginspirasi masa remajanya dulu)

Makasih doanya, semoga Allah mendengar doa kita. sudah baca buku terbaru mas gong, JOURNEY terbitan Salamadani? eh ya, kabar film LP gimana? anak2 rumah dunia pengen ngundang Andrea Hirata, bisa gak ya? (tias tatanka)

Amiin…Belum baca, mba. Belum ada di gramedia depok. Tentang kabar film LP terakhir yang saya tahu, mei ini akan mulai syuting. Lalu tentang mangundang andrea, saya sudah coba meng-emailnya. Mudah-mudahan segera dibalas. Atau mba tyas mau coba kontak langsung? Boleh tahu alamat emailnya, mba? Saya nanti kirim alamat email dan no. hp andrea. Kapan-kapan, saya boleh main-main ke RD, mba? Kapan lagi ada hajatan ode kampung, ya?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: