KELUARGA PENGARANG

LAZUARDI, REMAJA KRISIS IDENTITAS

Posted on: March 29, 2008

ts2.jpglabirin-1.gifOleh Gola Gong

Suatu hari datang seorang anak muda kepada saya. Ia bernama “Lazuardi”; dia bisa kamu, teman kamu; dia remaja kaya, remaja kelas menengah, atau remaja kebanyakan di Indonesia, yang gelisah memikirkan masa depannya. Dia bingung melihat arus globalisasi yang bagai air bah; dia tidak mampu membendungnya. Dia bahkan terseret arus. Dia tidak ingin menanggalkan baju identitasnya sebagai remaja Indonesia, tapi serbuan revolusi fashion, food, dan film dri negeri seberang lautan menterornya setiap saat.

Dia kehilangan arah; didepannya ada labirin dengan banyak jalan persimpangan. Dia tidak mengenal siapa itu Bung karno dan Bung Hatta yang rela dipenjara demi rakyat Indonesia, tapi lebih mengenal Che Guevara, lelaki Argentina yang dikenal sebgai pejuang di negeri Kuba. Che melawan Amerika, sementara remaja di negeri kita menuhankan segala yang berbau Amrika. Bahkan juga para orangtua kita!

Itulah, bagiku sangat menarik menuliskan kisah “Lazuardi”. Bagiku dia adalah sosok remaja negeri ini, yang kebingungan dengan identitasnya. Remaja negeri ini yang tidak mengenal setiap jengkal buminya sendiri. Yang tidak pernah memakan ikan dari lautnya sedniri. Yang tidak memakan beras yang ditanam di negerinya sediri.

Impor, impor!

Semuanya serba IMPOR!

Maka, kutulislah kisah “Lazuardfi”, remaja gelisah yang terjebak di dalam labirin kehidupannya! Yang mendambakan melihat fajar dan senja di cakrawala! Yang merindukan wangi lumpur dan harum padi menguning. Yang menginginkan rongga paru-parunya terisi udara pegunungan!

Maka, bacalah!

Adikku, sahabatku, kelak kamu akan menemukan, bahwa “Lazuardi” adalah juga bagian dari dirimu sendiri. Jika begitu, mari kita sama-sama berkaca pada kisah ini. Kita semua maklum, bahwa kadang kesalahan selalu kita ulang-ulang. Kita lupa untuk belajar pada kesalahan.

 

Salam persahabatan!

Gola Gong

Rumah Dunia, 16 Januari 2007

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: