KELUARGA PENGARANG

KABAR MAS GOLA GONG (3)

Posted on: March 28, 2008

tt-gg.jpgass wr wb,
teman-teman, rabu-kamis (26-27 april) saya nengok mas gong. ternyata ia meminta saya untuk mendengar hasil diagnosa dokter tentang kondisi mas gong sampai saat ini. karena memang sudah siap dengan segala kabar yang mungkin akan mengejutkan, saya tenang-tenang saja mendengar penjelasan dokter, sementara mas gong justru mengkhawatirkan kalau saya down.tapi alhamdulillah, Allah memberi saya kekuatan untuk tidak cengeng. sedih, so pasti. tapi ada yang lebih penting lagi daripada sedih: bagaimana seharusnya saya harus menangani kondisi mas gong..

gg-tt.jpgdokter bilang, ini memang sudah takdir, mas gong bertangan satu, hingga semua bertumpu pada tangan kanan, membuat tulang punggungnya terdeviasi sedikit ke kanan. lengkungan samar itulah yang membuat ruas di lumbal ada yang menyempit jaraknya. saya nggak bisa mendefinisikan sakit yang diderita mas gong waktu-waktu lalu, yang ia gambarkan sebagai “seperti disilet terus-menerus. ..” alhamdulillah, rasa sakit itu berkurang banyak sejak diterapi di holistik. menjemukan memang, apalagi dokter bilang, terapi ini harus dilakukannya seumur hidup, artinya setelah pulang nanti, sebulan sekali ia harus kontrol, dan menjaga pola makan sehar yang diterapkan di holistik.

kondisi ini juga dipicu aktivitasnya semasa muda, berkelana, bersepeda, olahraga, yang semuanya itu sewajarnya dilakukan dua tangan. berarti selama melakukan itu, mas gong memaksa tubuhnya untuk menyandang 2 kali lipat beban yang seharusnya menjadi kapasitas dia. saya ingat, begitu banyak tenaga ia harus keluarkan saat memutar stir mobil, hal yang menurut saya enteng-enteng saja. juga ketika tangan kanan menyilang untuk memindahkan gigi, dengan sikut kiri menahan stir. subhanallah. .. ya Allah…. itulah juga, kenapa ia seperti kecapekan habis menyetir, padahal tiga tahun silam ia masih membawa mobil sendiri, membuat “tour de java” khayalannya jadi terlaksana. dan akumulasi itu mencapai titiknya sekarang. alhamdulillah, mas gong masih punya harapan besar, karena segera berobat dan menjalani banyak terapi.

oke, saya menerima kondisi itu. saya tidak pernah menyalahkannya, karena toh dengan itu semua dia mendapat kebahagiaan. toh lewat berkelana maka lahirlah balada si roy, dan dengan perjalanan pula kami bertemu. jadi tidak ada gunanya disesali, itu sudah jalan hidup mas gong dan kami.

yang harus kami pikirkan adalah apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan dimakannya. selama di rs holistik, ia bertempur untuk menyantap semua makanan yang buat saya sangat menjemukan, semuanya serba kukus, tahu tempe, sesekali saja ikan. tapi semua dilahapnya dengan semangat. saat saya ingatkan untuk menghabiskan porsi makan malamnya, ia bilang, lihat aja, ntar juga habis dimakan sambil ngetik!

begitulah, kondisi mas gong kelihatan biasa-biasa saja dari luar, tapi keseluruhan dalam tubuhnya sedang mengatur irama untuk sembuh. karena holistik berkiblat pada self healing, bahwa tubuh adalah dokter terbaik. maka, keluhan pusing, mual, lemah, diare, dll yang tidak mengenakkan harus ditanggapi dengan positif, karena tubuh sedang menyembuhkan dirinya sendiri.

mas gong makin ramping sekarang, kalau kata orang-orang kurus, tapi postur seperti itu yang dari dulu saya minta ke dia, seperti waktu dia masih aktif main badminton. saya lihat fotonya ketika memenangi salah satu nomor di fespic games 1986 di solo. padahal, saat itu kami belum pernah bertemu. cuma, bapak saya salah satu panitia, bagian humas, yang menyimpan foto-foto dokumentasi. hehehe… sekarang, saya lihat sendiri postur mas gong seperti itu.

tapi ada hal yang membuat saya kecewa ketika menemuinya kemarin, karena dia potong rambut! saya sedikit gusar dengan model rambutnya! kata mas gong, nanti kalau sembuh gondrong lagi. ini terpaksa dilakukan karena terapis akupunktur kesulitan mencari titik saraf di bagian kepala, karena rambut panjang. ya… sudah, saya ikhlaskan, yang penting sembuh.

saya hanya menjaga supaya tidak menangis di depannya. dan karena berjauhan, ada untungnya juga, ketika saya mengadu pada Allah, sambil bercucuran air mata di sajadah, mas gong tidak melihatnya.

di atas segalanya, maha suci Allah, satu-satunya tempat memohon, kepada-Nya saya terus berusaha menjadikan dzikir menjadi bagian dari nafas saya, seperti yang saya anjurkan pada mas gong pula. memang belum sampai tingkat ma’rifat, tapi saya menerima kekuatan luar biasa ketika merasa down, terlalu sedih dengan kondisi mas gong.

terimakasih pada gagas media (hikmat kurnia), portalinfak (kosi dkk), syaamil group media/ sygma (halfino dkk), pak fuad hasyim, pak mukhlis yusuf, dan semua teman dan penerbit yang mendukung moril dan materiil untuk kesembuhan mas gong. mohon maaf atas segala khilaf. maaf juga jika saya salah menulis kata, tapi tidak ada maksud buruk, hanya karena alpa.

kepada adik-adik kelas menulis rd, angkatan terbaru, jangan kecewa jika mas gong belum bisa menemani kalian di kelas, insya allah spiritnya tetap ada di rd. salam dari mas gong: tetap semangat!

begitu, teman-teman, mohon maaf berpanjang kata, semoga memberi manfaat. amiin. terima kasih atas semua perhatian teman-teman. sabtu minggu insya allah saya ke purwakarta sama anak-anak dan ibu mas gong -semoga beliau kuat-. insya allah saya menuliskan lagi kabarnya.

marilah kita saling mendoakan,
hatur nuhun, wassalaam,

tias tatanka

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: