KELUARGA PENGARANG

KABAR MAS GOLA GONG (2)

Posted on: March 27, 2008

ransel-gg.jpgassalaamu’alaikum wr wb,
mhn maaf baru bisa melanjutkan menulis sekarang, dan terima kasih pada semua teman yang sudah mendoakan mas gong.jadi, setelah masuk ke ruang dokter syaraf, benarlah apa yang saya takutkan. pengapuran sudah sampai di tulang leher bagian kanan. tidak seluruh tulang leher memang. tapi itu membuat mas gong merasa sering pusing dan sesekali seperti mau membalik ke atas. tangan kanannya sring kesemutan, dan tidur serba salah posisinya. dokter menyarankan fisioterapi, sedangkan itu ada juga di holistik.
maka, saya minta mas gong memercepat keberangkatan ke holistik rabu itu juga.

memang butuh waktu yang agak lama, kata dokter holistik minimal satu bulan, agar meminimalisir gangguan di leher. dan mas gong harus memakai neck collar. bahkan saya harus nyari-nyari yang pakai fiberglass, cuma belum ketemu. sementara mas gong pakai yang semi rigid dulu, yang terbuat dari busa tebal. katanya sih enakan pakai neck collar, karena benar-benar menyangga leher gak bergerak bebas.

kalau berkarya, jangan dikira saat sakit mas gong berleha-leha. laptop ia bawa, padahal ada aturan dilarang membawa alat elektronik selain yang disediakan rs. tapi mas gong bilang, kalau disuruh tambahin biaya listrik juga gak apa-apa. kalau kata saya, bilang aja ke rs: mau pasiennya sembuh, biarin dia ngetik! hehehe… -ternyata saya bisa ketawa sekarang:)

terimakasih juga kepada penerbit jendela (pak remon, teh pipiet senja), lpph (mbak asma), salamadani (pak bambang trim, tasaro dkk), mbak novi- pak angga (ayam bakar ciceri, serang. ayam bakarnya enaaak banget. semoga kita bisa kerja sama terus.), Kosi dengan portal infaqnya, halfino dan teman-teman di sygma (syaamil group media), mbak eva di padang, dan teman-teman yang tak bisa disebut satu persatu, yang sudah memberi support pada mas gong dan keluarga, moril dan materiil.

mbak asma, aku lagi menulis yang mbak sarankan. meski dengan linangan air mata yang kadang menetes tak tertahan. hehehe… teh pipit, sabar ya. aku baru selesai 75%. kesannya laku banget gitu, padahal gak juga, ini janji saya ke mas gong untuk tetap menulis selama ia tidak di rumah.

begitulah. insya allah rabu pagi saya ke purwakarta, untuk mengurus administrasi, karena harus dibayar perminggu. alhamdulillah Allah memudahkan jalan kami untuk mencari rizqi. semoga kami tidak pernah lupa meneluarkan zakat, dan terus berinfaq shodaqoh.

wassalaam,
tias tatanka

1 Response to "KABAR MAS GOLA GONG (2)"

Subhanallah….
Semoga Allah SWT senantiasa memberi qta kekuatan untuk
menghadapi semua rencana -Nya. Amin….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,650 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: