KELUARGA PENGARANG

NOVEL TRILOGI

Posted on: January 31, 2008

trilogi3.jpgtrilogi2.jpgMENSUPPORT KEHADIRAN PENERBIT BUKU DI BANTEN “PADAMU AKU BERSIMPUH”
Karya Gola Gong
Buku Pertama Dari Trilogi
Cetakan Pertama, 2000, diterbitkan SUHUDsentrautama, Serang
***

Setelah vakum lama, Gola Gong menggebrak dengan novel trilogy berjudul “Padamu Aku Bersimpuh”, “Biarkan aku Jadi Milikmu, dan “Tempatku di Sisi-Mu”. Awalnya karena merasa “berdosa” akibat dampak negatif dari novel serialnya; “Balada Si Roy”, Gong pamit mundur. Dia lebih asyik menekuni dunia TV di RCTI. Tapi, ketika mengenal dan bergbung dengan Forum Lingkar Pena, wadah penulis muda yang mengusung “sastra kemanusiaan” dengan tema-tema cerita islaminya, Gong mulai membuka lagi arsip-arsipnya dan kelima jarinya tak pernah berhenti menyentuh tust-tust keyboard komputer.

“Saat itu tahun 1999. Saya mudik ke Solo, rumah mertua. Saya membaca di tabloid gossip, tentang perselingkuhan seorang pejabat teras negeri ini dengan penyanyi dangdut. Lalu saya terinspirasi dari skandal itu. Jadilah ‘Pada-Mu Aku Bersimpuh”..

Awalnya masih novel. Tapi, ditengah jalan, kata-kata mengalir terus. Tidak ada hentinya. Bahkan konsep pun berubah. Tadinya mau digarap serius, seperti modelnya “Ronggeng dukuh Paruk” Ahmad Tohari. Tapi Gong realistis saja. “Saya butuh banyak dana untuk membangun Rumah Dunia”, aku Gong.

Konsep ceritanya melenceng ke soap opera. “Saya melihat pasar ibu-ibu muda dan mahasiswi berjilbab, belum tergarap maksimal. Saya mau ambil pasar ini!” jelas Gong. Dan selalu saja, Banten dijadikan setting utama di novel triloginya. “Saya mencintai Banten, selama tanah ini masih saya pijak dan saya hirup udaranya!” tegas Gong.

Gong bercerita lagi, manuskrip ini ditawarkan dulu ke “Harian Banten” (sekarang “Radar Banten”, koran lokal pertama di Serang). Banten saat itu, tahun 2000, baru saja jadi provinsi termuda. Serang sebagai ibukotanya. Sambil jalan, Gong menawarkan ke Andi Trisnahadi, pemilik percetakan SUHUDsentrautama di Serang, untuk menerbitkannya jadi novel. Gong sengaja memilih dia, karena Banten sudah jadi provinsi.

“Saya ingin mensupport kelahiran penerbit pertama di Banten. Saya tidak memikirkan royalty.” Andi tentu senang, karena dia pun punya mimpi ingin jadi penerbit buku. “Ini proyek luar biasa. Semangat Banten yang baru jadi provinsi menular dan mengebu-gebu!” Dan Andi mencoba memperlakukan Gong sebagai penulis profesional. “Kami melakukan prosedur standar. Tanda tangan kontrak dan uang muka dua puluh lima persen dari sepuluh persen royalti buku!” cerita Andi. Modalnya patungan dengan beberapa rekannya. “Kita keroyokan. M. Jaiz (sekarang Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Untirta Serang – pen) jadi menejer penerbitan,” kenang Andi.

ISBN pun diurus M. Jaiz sambil mendaftarkan SUHUDsentrautama sebagai anggota IKAPI Pusat. Lalu pada Oktober 2000, persis pada hari yang sama dengan deklarasi Provinsi Banten, 4 Oktober, launching novel “Pada-Mu Aku Bersimpuh” dilakukan. Pada hari itu, di Banten sedang terjadi penulisan sejarah didunia perbukuan. SUHUDsentrautama, Andi Suhud, Harian Banten, dan Gola Gong adalah para pemahatnya! (*)  

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,650 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: