KELUARGA PENGARANG

JALAN KE RUMAH DUNIA, SIAPA MAU BANTU?

Posted on: January 20, 2008

cangkulbatu-2.jpgjembatan-2.jpgAlhamdulillah, pembuatan jalan ke Rumah Dunia, terus belok kanan ke perkmpungan, hingga sampai ke ujung jembatan di persawahan, sudah rampung. Jembatannya belum dibuat. Baru 3 bilah kelapa. Banyak kejadian memprihatinkan, gerobak rongsokan kecebur, tukang cendol kecebur.

jalanlorong-2.jpgJalan ini memang jalan pintas yang strategis. Jika ada yang lewat jalan Bhayangkara dari arah Penancangan (hotel Le Dian), setelah MTsN Serang dan SLB, ada perempatan kecil. Ke kanan ke bunderan Ciceuri. Nah, persis di jembatan, ada belokan ke kiri, ke persawan. Jalan kecil itu tembus ke kampung Ciloang dan Rumah Dunia. Melewati persawahan. Jalannya masih tanah becek. Tapi, warga memakainya untuk ke sekolah atau bekerja di perumahan-perumahan di Ciceuri Permai.

Kalo saya jalan ke sawah, para pemilik sawah suka nyindir, “Pak Heri, saya ‘kan sudah nyumbang tanah untuk jalan. Ayo, Rumah Dunia nyumbang batunya untuk pengerasan.” Begitulah. Insya Allah, begitu kata saya. Harapan mereka tidak boleh dimatikan. Tapi, dari mana saya punya uang?

Insya Allah, banyak orang baik bertebaran di muka bumi ini. Bersedekah mmebangun jalan, sangatlah mulia. Ketika saya sebarkan rencana ini di milis-milis, alhamdulillah, responnya baik. Untuk sementara ini dana yang masuk:

1. Kas Rumah Dunia Rp. 1 jt

2. Nawawi (warga Ciloang) Rp. 500 ribu

3. DR. Ahmad Muchlis Yusuf (antara Jkt) Rp. 500 ribu

4. Naijan (Bengkel Sastra Pamulang, Tangerang) Rp. 250.000,-

5. Efi Saferi (Serang) Rp. 250.000,-

6. Hj. Atisah Haris REp. 500.000,-

8. Fuad Hasyim (milis wongbanten) Rp. 500.000,-

9. Siapa nyusul?

harga 1 truk batu Rp. 500.000,-

sudah 7 truk batu. pengerasan sudah ke bagian belakang rumah dunia,

ke perkampungan. persis ke jembatan kayu. tinggal sekitar 10 truk lgai,

kira-kira, untuk bisa mengeraskan jalan yang membelas sawah,

nanti nyambung ke arah bunderan Ciceuri-Bhayankara…

Pada Sabtu (19/01/08) kemarin, pengerasan sudh sampai di ujung jembatan. Tinggal jembatannya, yang ditaksir bisa menguras kocek Rp. 10 jt Ukurannya 4 x 5 meter (kurang lebih 20 m2). Jika ada yang Mau berbagi rezeki dan beramal jalan untuk kepentingan umum, ditunggu dukungannya. Insya Allah, rezeki akan datang melimpah dari Allah SWT. Amien. jika ada yang tertarik, silahkan transfer ke

Bank Muamalat  Cab. Serang

Norek. 908-5999-799

an. Asih Purwaningtyas

BCA Serang

norek.245 – 188 – 5733

an. Asih Purwaningtyas

was

Gola Gong

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,650 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: