KELUARGA PENGARANG

RUMAHKU RUMAH BAGI DUNIA ANAK-ANAK

Posted on: November 8, 2007

Rumahku Rumah Dunia outbon1.jpgOleh Tias Tatanka

Ada hal baru di Rumah Dunia, sepekan terakhir ini. Rumah Dunia memang menggelinding dan selalu berbenah, menata diri, melakukan evaluasi dan tetap inovatif. Karenanya banyak teman yang untuk kali kesekian datang merasakan hal-hal baru di setiap kunjungannya.

Kini, Rumah Dunia memiliki bangsal bermain, kami menyebutnya ‘play group’. Jumat (21/5) lalu dilakukan soft opening, dibuka dengan doa dan wejangan dari Nenek Bella-Abi-Jordy. Dengan hidangan ubi goreng dan tahu isi, acara sederhana itu tampak diikuti duapuluh anak dengan hikmat.

Mainan edukatif dipajang di sebuah rak, menarik minat anak-anak batita hingga remaja.

Selain itu ada kunjungan dari SDIT Al Ikhlas, Cipondoh, Tangerang, Rabu (19/5) kemarin. Sebanyak 15 siswa kelas dua, diantar guru dan beberapa orang tua murid, menyemarakkan RD semenjak sebelum dluhur hingga ashar.

Acara yang dikemas dalam menggambar (dipandu Pak Indra Kesuma, tutor Wisata Gambar RD), mendongeng (oleh Paman Soteng, pendongeng RD) dan unjuk kabisa anak-anak.

Siswa-siswi SDIT Al Ikhlas memamerkan kebolehan memainkan pianika. Dari RD tampil kelompok musik RD membawakan ‘lagu wajib’ Di sini Kami Bahagia, ciptaan Firman Venayaksa. Kemudian acara ditutup penampilan teater anak Rumah Dunia.

Di ujung acara, ibu-ibu orang tua murid SDIT Al Ikhlas menyumbangkan bingkisan alat tulis berupa buku gambar, pensil, pensil warna, crayon. Terima kasih tak terhingga, insya Allah bermanfaat bagi anak-anak RD.

Lima hari kemudian, tepatnya Senin (24/5) pagi, kembali RD mendapat kunjungan siswa Sekolah Dasar Negeri 3 Serang. Kali ini jumlah siswa yang datang sekitar 150 siswa kelas 1, 2 dan 3, dan didampingi lima orang guru. Sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah masing-masing, mereka mendengarkan dongeng dari Paman Soteng. Setelah itu para siswa mewarnai gambar yang telah disediakan ibu guru.

Untuk membuat anak-anak itu lebih semangat mewarna, kami menyediakan beberapa buku cerita Garfield (sumbangan dari Femina Group, Jakarta) bagi siswa yang kreatif dan cepat menyelesaikan tugas.

Ketika kami menantang untuk baca puisi sekaligus bergaya, di luar dugaan banyak sekali yang mengajukan diri! Dan seolah telah menjadi hal yang biasa, salah seorang siswi kelas tiga, Ririn, menyanyikan lagu Sajojo dengan suara lumayan bagus.

Terbersit rasa bangga kami pada tunas-tunas kecil itu. Mereka punya salah satu modal untuk maju, yaitu keberanian di depan banyak orang. (Tias)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: