KELUARGA PENGARANG

BELLA, ANAK BIASA YANG TIDAK BIASA

Posted on: August 12, 2007

badutpose.jpgOleh Indra Kesuma, Tutor Menggambar Rumah Dunia

Siang itu begitu ramai anak-anak berkumpul di halaman Rumah Dunia. Mereka sangat sibuk dan berebut ke arah panggung pertunjukan. Entah apa yang mereka perebutkan. Oh, ternyata di dekat panggung ada kakak-kakak volunteer Rumah Dunia sedang mencatat nama mereka satu persatu.

Mereka sedang mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba dalam rangka Pesta Anak ke-6 di Rumah Dunia. Yang sudah berlangsung dari tanggal 28-29 Juli 2007 dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli. Memang kegiatan pesta anak ini sudah sering dilakukan oleh Rumah Dunia, dan hampir setiap tahun.

belaction-3.jpgPada tahun ini banyak sekali peminatnya, terutama lomba yang baru diadakan. Seperti panjat pinang dibuat menjadi beberapa kelompok anak. Setiap kelompok terdiri dari empat orang. Lomba lukis yang peminatnya sampai 50 orang walaupun bukan lomba yang baru, tusuk balon, baca puisi, nyanyi lagu mars Rumah Dunia, Halang rintang, permen tempayan, memasukkan belut ke dalam botol. Inilah seabreg kegiatan lomba yang tujuannya untuk membahagiakan anak-anak yang ada di sekitar Rumah Dunia. Pada jenis lomba yang disebutkan di atas tidak akan dibahas satu-persatu secara mendetail, tapi hanya salah satu saja, yakni seni lukis.

Pada pesta Anak ke-6 ini, peminat seni lukis cukup banyak namun, penulis akan mengulas salah satu karya anak yang memang pada saat lomba menduduki peringkat pertama pada kategori B. yang terdiri dari kelas empat sampai kelas enam SD. Pada kategori ini, pemenangnya adalah Bella, siswi kelas empat Antartika SD Peradaban Ciracas Serang.

bellamobil-3.jpgLukisan yang dibuat oleh Bella tidaklah sebaik pelukis dewasa namun cukup baik untuk anak-anak seusianya. Jika kita cermati secara lebih mendetail, objek gambar yang dihadirkan pada lukisan Bella cukup unik. Bentuk-bentuk ditampilkan dengan pandangan tampak atas menggunakan pola perspektif mata burung. Sehingga suasana gambar dapat terlihat secara menyeluruh. Sepertinya dia berusaha untuk menggambarkan kegembiraan yang terjadi di Pesta Anak di Rumah dunia. Dia berusaha menampilkan bentuk-bentuk yang dia kenal yang sering ia temui di Rumah Dunia. Gambar pintu gerbang, perpustakaan, panggung pertunjukan, tempat bermain, anak-anak yang sedang berkumpul dan bermain, ditambah dengan gambar pelangi dan balon terbang dengan warna yang meriah (warna-warni). Sehingga tergambar suasana ramai dan ceria. Ditambah dengan memberi aksen-aksen warna bervariasi pada tanah dan langit dengan pointilis (titik), sehingga, semakin kuat suasana yang ditangkap. Tampaknya Bella ingin berkata pada orang yang melihat lukisannya, bahwa ia adalah bagian dari kegembiraan yang ada. Bentuk-bentuk ditampilkan dengan sangat kekanak-kanakan dengan menggunakan kontur hitam yang tegas dan sangat spontan. Sehingga sangat kelihatan sekali kesan berat, tegas dan ekspresif.

Dari segi perwarnaan, Bella banyak menggunakan warna hijau buatan. Sehingga terkesan dominan dari warna-warna lain yang dipakai. Secara filosofis, warna hijaus memberi kesan damai, sejuk, apa adanya. Tidak ada manipulasi di sana (alami). Selain warna hijau tersebut ada juga warna-warna lain yang digunakan seperti biru, coklat, abu-abu, kuning, merah, krem, jingga, hitam, putih. Walaupun pada lukisan Bella didominasi oleh warna hijau, tidak membuat lukisan menjadi monoton tapi sebaliknya menjadi lebih harmonis (kesatuan antar elemen lebih jelas).

Dari teknik goresan banyak digunakan coretan brush strock sehingga terkesan sangat kasar. Tapi ini bukanlah sesuatu yang buruk, sebaliknya malah tampak penuh greget. Bella berusaha bermain dengan rasa (suasana hati) yang dia rasakan saat itu. Walaupun tanpa disadari. selain itu spontanitas yang dimiliki. Ternyata Bella tidak dapat bermain dengan usianya yang masih kanak-kanak. Hal ini begitu terlihat dari komposisi bentuk yang ada. Selalu menghadirkan bentuk-bentuk pengulangan yang hampir sama antara kiri dan kanan (stereotip). Dari segi perspektif, dia mengambil cara perspektif bertingkat, yang semakin jauh semakin ke atas (juksta posisi), bentuk bangunan yang dibalik, pelangi yang terputus. Semua gambaran tersebut mewakili realitas anak secara umum dengan sudut pandang anak-anak. Inilah Bella, anak yang tampak biasa namun tidak biasa. Sebab dia memiliki banyak kemampuan dari menggambar hingga menulis novel. Tapi dia tetaplah anak-anak pada umumnya yang masih perlu diperhatikan dan dimbimbing dengan penuh kasih-sayang oleh orangtua demi perkembangan yang lebih baik. Selamat untuk Bella.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

August 2007
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: