KELUARGA PENGARANG

WISATA STUDY: SENYUMAN ANAK-ANAK

Posted on: July 5, 2007

monasgambar.jpgOleh Indra Kesuma

Kalau mendengar nama kota, maka kita akan membayangkan sesuatu yang menarik dan menyenangkan, sama seperti lalat yang melihat kue di atas meja. Kata itu sangat menarik hasrat seseorang untuk mendatangi dan berbaur. Memang pengalaman seperti di atas bukan hal yang baru terjadi, juga ketika anak-anak Rumah Dunia pergi wisata ke Monas dan Pesta Buku di Senayan Jakarta dalam program ”wisata study”, 10 Juni 2007. Mereka sangat antusias ingin ikut serta, walau dengan beberapa tugas yang sudah menunggu mereka.
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak Rumah Dunia dalam wisata study ke Jakarta ini adalah wisata gambar. Ketika sampai di Monas mereka dengan tekun mendengarkan arahan dari para relawan Rumah Dunia; Rimba, Langlang, Deden, dan Sodiq.
101_1438.jpg Wisata gambar di mulai dengan menggunakan kertas gambar dan krayon. Anak-anak sangat bersemangat dan bergembira. Di antara kesibukan mereka menggambar, sesekali mereka berlarian atau duduk manis di kerumunan orang. Memang itulah saat berbahagia buat mereka yang datang jauh-jauh dari sebuah desa yang bernama Ciloang, Serang, Banten, yang terletak di pinggiran Jakarta.
Ketika waktu menggambar selesai, hasilnya dikumpulkan dan dipilih yang terbaik diantara mereka yang ikut menggambar. Maka terpilih gambar karya Adam, siswa di kelas 6 SD Cipicok Jaya 4, Serang. Gambar yang dihasilkan adalah pemandangan Monas siang hari dengan warna-warna kontras seperti merah-hijau-biru-kuning-cokelat-biru muda-hijau muda-orange-putih- dan hitam. Dengan garis-garis tegas, sehingga gambar terkesan kokoh dan bersemangat dan memberi pencitraan gelora anak-anak yang selalu bergerak sesuai dengan perkembangan usianya yang selalu ingin bebas. Penggambaran langit dengan pencampuran warna biru dengan sangat ekspresif. Gedung-gedung dengan warna orange, biru, kuning, sehingga tergambar kesan yang ramai, panas, dengan sedikit warna hijau muda dan hijau tua, pada gambar rerumputan membuat kesan panas sedikit berkurang.
101_1449.jpg Namun di sisi lain penggambaran tugu Monas yang sangat dominan dengan warna kuning pada lantai dan putih pada tiang serta puncak warna orange membuat secara keseluruhan jadi menarik dengan pusat perhatian yang sangat jelas. Semoga lain kali Adam akan dapat menghasilkan gambar yang lebih baik lagi di wisata-wisata gambar selanjutnya.(*)

*) Indra Kasuma, Tutor wisata gambar Rumah Dunia, Guru di SMA Islam Al-Azhar 6 Serang). *) Gambar punya Anan, anak kelas menggambar dari kampung Ciloang Banten

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,650 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

July 2007
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: