KELUARGA PENGARANG

RINDU SOSOK PEDULI LINGKUNGAN

Posted on: June 23, 2007

lazuardi-rak.jpgOleh Eko Muchayat

Judul buku : Labirin Lazuardi #1: Langit Merah Saga
Penulis : Gola Gong
Penerbit : Tiga Serangkai Solo
Cetakan : 2007

Lazuardi adalah sebuah lakon. Tokoh ini dimunculkan oleh penulis barangkali karena kerinduannya akan sosok seorang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidupnya. Lalu labirin adalah pengandaian untuk sebuah lorang kehidupan yang sedang dilaluinya. Jadi Labirin Lazuardi dimaksudkan sebagai perjalanan seorang Lazuardi dalam mengarungi kehidupannya. Lazuardi lari dari rumah kemudian berkelana dengan bekal uang yang diberikan kedua orang tuanya dalam rekening. Ia merasa keluarga dan masa lalunya adalah kekelaman masa lalu yang harus ia tebus. Ia terus berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk memaknai hidupnya.

KACAU

Pada judul buku yang pertama dalam “Labirin Lazuardi”, Gola Gong, sang penulis mencoba mengetengahkan perjalanan Lazuardi dalam sebuah kampung miskin di pinggir rel kereta api. Sekalipun tidak mendeskripsikan secara detail dimana tempat itu berada, pembaca akan langsung dapat menerka dimana setting tempat itu dipilih. Sebuah kota yang jauh dari ibu kota Jakarta. Tepatnya di daerah Jawa tengah atau Jawa Timur. Ini bisa dibaca dari dialek-dialek yang dipentaskan lakon-lakonnya.

Cover buku judul buku pertama dalam serial “labirin Lazuardi” ini sesuai dengan pilihan judul yang sedang diangkat, “Langit Merah Saga”. Sederhana namun mengundang penasaran bagi setiap orang yang sepintas memandangnya. Hal ini juga bersesuaian dengan isi cerita dalam buku ini. Langit dalam warna memerah yang sangat, atau dapat juga disebutkan merah saga, menunjukkan kondisi sebuah komunitas masyarakat yang dipenuhi kekacauan. Begitu kacaunya sehingga untuk menemukan orang yang sekedar memiliki kejujuran sederhana susah untuk dicari. Seperti sosok Lazuardi dalam serial ini.

Memilih nama Lazuardi juga menjadi sangat tepat. Lazuardi berarti langit biru yang cerah. Inilah paradoksnya. Langit memerah saga bertemu dengan langit membiru cerah. Ibarat warna yang saling bertarung, manakah salah satu yang akan mampu mewarnai lainnya. Manakah yang akan larut. Disinilah pertarungan dua kutub itu dapat disimak.
TRANSISI

Labirin lazuardi temasuk novel transisi. Mungkin terlampu “kehijau-hijauan” untuk ukuran usia yang telah menginjak 22 tahun keatas, atau level mahasiswa keatas. Didalamnya banyak detail-detail peristiwa atau tempat yang kurang mendapat rinciannya. Untuk level SMU yang masih duduk di kelas I atau II, novel ini akan terasa terlampau serius untuk dinikmati nuansa keremajaannya. Pernak-pernik kehidupan Lazuardi disusun dalam uraian dan cerita yang sederhana. Namun anda tak perlu buru-buru kecewa sebab deskripsi kejadiannya begitu realis, dan sesuai dengan kehidupan nyata, sehingga eksotika ceritanya lebih kental terasa pada peristiwa sosial yang terjadi pada kebanyakan kota di Indonesia. 
Secara implisit Mas Gong, penulis buku ini berusaha menyampaikan realitas social yang terjadi di sebuah kota di Indonesia. Sangat dimungkinkan sekali ini juga terjadi di beberapa tempat dan kota di belahan bumi nusantara. Hal ini yang menjembatani novel “Labirin Lazuardi”, ia bisa dinikmati secara serius oleh orang dewasa namun juga bisa dirasakan keremajaannya secara sederhana. Pengalaman dan wawasan penulis dalam membaca kondisi Indonesia memberikan pandangan lain dalam memahami kemiskinan dan lingkungan social yang mengitarinya. Dan sekali lagi sosok Lazuardi adalah potret langka remaja Indonesia di tengah-tengah hedonisme gaya hidup bangsa ini. Kekokohan sikapnya layak menjadi renungan bagi remaja Indonesia.

*) Penulis adalah peserta Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-9 dan staff di SD Peradaban Cilegon

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,650 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

June 2007
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: