KELUARGA PENGARANG

WRITING CAMP, KUNJUNGAN DAN ZUL CORNER

Posted on: June 21, 2007

baca.jpg Hiruk pikuk kampanye calon gubernur di Banten tidak menghalangi RD untuk mengadakan writing camp (WC) seperti yang sering disinggung pada kolom ini. Kami semakin mantap dan optimis WC bakal berjalan lancar. Kami  sudah menentukan tempat yang indah  yang bisa memancing ide-ide dan daya khayal teman-teman yang ikut di ajang WC 2 yang bakal diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (18-19/11/2006). Tepatnya di sisi pantai dimana kita bisa menikmati debur ombak dan bisa menyaksikan senja tenggelam. Yaitu di vila Kemah Mobil Carita, Pandeglang.
Selama 2 hari berbagai kegiatan akan digelar. Dari teori menulis, proses menulis sampai pengalaman, menjadi seorang penulis dari penulis yang sudah dikenal dikancah nasional.  Pemateri yang sudah menyatakan siap mengisi acara writing camp adalah Irfan Hidayatullah, Ketua Umum Forum Lingkar Pena (FLP), jebolan S2 Sastra UI.  Buku-buku Irfan yang sekarang menjadi dosen sastra di Universitas Padjajaran  sudah banyak diterbitkan oleh penerbit-penerbit Islam. Kita bakal membedah kisah-kasih menjadi seorang penulis muda. Selain Irfan tentu saja Gola Gong bakal hadir memberi materi. Tapi Gola Gong tidak ingin memberikan banyak teori. Dia menjanjikan membawa peserta WC untuk langsung bersinggungan dengan setting dan karakter sebuah cerita dengan mengajak berjalan-jalan ke laut. Selain Irfan Hidayatullah dan Gola Gong. Raja Penyair Banten, Toto St Radik akan hadir berbagi kisah bersama peserta WC. Abdul Malik, redaktur opini Radar Banten juga bakal berbagi pengalaman tentang menulis di koran. Sekarang kami sedang sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan WC. Terutama urusan transportasi. Kami sedang mencari alat tranportasi yang  tidak mahal.

KUNJUNGAN
Ditengah kesibukan menyiapkan WC  pada Sabtu (11/11), kami kedatangan serombongan adik-adik  berseragam pramuka. Mereka adalah siswa kelas 1 dan 2 SMP N I Kramatwatu.  Alangkah senangnya kami dikunjungi oleh teman-teman yang punya kepedulian sama, yaitu orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan minat baca dan budaya literasi. Pelajar, pemuda dan masyarakat yang mempunya apresiasi terhadap buku dan karya intelektual lainnya.  Menurut Ade Tursilawati, salah satu guru yang mendampingi siswa-siswi itu adalah anak-anak yang  aktif di majalah dinding dan menyukai terhadap sastra. “Mereka pengen tahu Rumah Dunia, mereka senang menulis, “ ungkap Ade saat memperkenalkan diri dengan relawan.
Selain siswa-siswa SMP I Kramatwatu tak lama menjelang datang teman-teman dari Taman Bacaan Bumi Perkemahan, Cilegon. Mereka berkunjung ke Rumah Dunia sekedar ingin mengetahui teknik pengelolaan perpustakaan yang baik untuk masyarakat. Salah satu pentolan TBM Bumi perkemahan bercerita kalau mereka sudah memiliki 100 eksemplar buku untuk dibaca gratis oleh masyarakat. Mereka menginginkan bisa menambah koleksi bukunya sambil berharap bisa memiliki tempat yang representatif. Kedatangan mereka bagi kami adalah pemacu semangata. Karena dengan demikian kami tidak merasa kesepian, tidak sendirian.  Kami merasa teman kami semakin bertambah dan bertambah. Semoga Taman Bacaan Perkemahan itu bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat Cilegon.
Kunjungan lainnya yang membuat kami lebih semangat adalah dari General Manager Tiga Serangkai (Tisera) Bambang Damayanto. Tisera adalah penerbitan yang juga punya jaringan toko buku. Bambang Damayanto berkunjung ke RD untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang ada di RD selain untuk mencari naskah novel yang layak untuk diterbitkan oleh penerbitannya.

ENGLISH LIBRARY – ZUL CORNER
Dan kegembiraan kami semakin bertambah karena RD sekarang memiliki perpustakaan baru. Gudang yang biasa untuk menyimpan kursi kami sulap menjadi perpustakaan. Perpustakaan ini berisi lemari baru yang berisi buku-buku dan permainan anak-anak berbahasa Inggris. Semuanya berbahasa Inggris. Buku ini adalah sumbangan dari  Zulkieflimansyah Calon Gubernur  Banten dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena itu kami akan menamainya English Library, Zul Corner. “Jadi anak-anak Banten harus pintar bahasa Inggrisnya,” kata Muhzen Den Manajer Perpustakaan Surosowan yang juga mahasiswa Sastra Untirta. Gola Gong yang sedang memberikan workshop perpustakaan di Nanggrai Aceh Darussalam (NAD) lewat pesan pendeknya menginformasikan kalau Zulkiefliemansyah akan menghibahkan bukunya 17 dus lagi untuk Rumah Dunia. Tentu saja ini isu peka karena menjelang moment pemilihan kepala daerah. Tapi yang pasti Rumah Dunia terbuka untuk siapa pun yang mau mengembangkan budaya literasi, meningkatkan misi intelektual, mencerdaskan Banten. Kami siap bekerjasama dengan siapa saja. Tryana Syam’un,  Atut Chosiyah atau Irsyad Djuwaeli mau menyumbang buku? Silahkan! (Aji Setiakarya, Menteri Keuangan Rumah Dunia/Mahasiwsa Fisip Untirta)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

June 2007
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: