KELUARGA PENGARANG

HTI, ACADEMIC WRITING, BANTEN TV

Posted on: May 4, 2007

ayunan-003.jpg… kedua tupai bersaudara itu terus berebut buah jambu. Saling mengejar. Saling menghajar. Mereka tak mendengarkan nasihat ibunya, agar saling berbagi. Namun masing-masing merasa ingin memakannya sendiri. Akhirnya…. PLUNG! Buah Jambu satu-satunya itu jatuh ke sungai dan langsung dilahap oleh Buaya. Mereka pun akhirnya menyesali dan meminta maaf pada ibunya. DONGENGItulah penggalan dongeng anak yang disampaikan Paramitha Gayatri, istri Firman Venayaksa sekaligus Konselor TK Jendral Kecil, di depan siswa-siswi SD YPWKS Cilegon pada Sabtu (17/4). Tak ada lagi kegaduhan seperti saat mereka memasuki areal Rumah Dunia (RD). Mereka yang berjumlah sekitar 20 itu, langsung bermain dan berlarian menikmati out bond di RD. Tidak sedikit juga yang langsung masuk perpustakaan anak dan mengeja huruf demi huruf dalam nikmatnya membaca. Sementara orangtua dan dewan guru hanya sesekali tersenyum melihat tingkah polah putra-putri mereka. Namun setelah Teh Mitha, begitu ia akrab dipanggil, menyapa dan hendak mendongeng, mereka langsung menyerbu ke arah panggung utama RD dan duduk melingkar.  Tak begitu lama, mereka sudah hanyut dalam dongeng, mengikuti cerita. Saking asyiknya menyimak, beberapa anak tidak mau beranjak pulang. Mereka terus marayu dan menagih Teh Mitha untuk kembali mendongeng. Namun hari sudah semakin siang. Sudah saatnya mereka pulang. Sebagai ganti, mereka merengek pada orangtua masing-masing, minta dibelikan buku cerita anak-anak di Kedai Buku Jawara RD. Sontak saja, Muhzen Den, PJ Kedai Buku, kerepotan melayani serbuan anak-anak yang ”mengobrak-abrik” buku. Sungguh pemandangan mengesankan, anak-anak seusia mereka punya minat baca tinggi. Mudah-mudahan banyak generasi belia di pojok-pojok Banten, yang juga berbahagia dengan dunia belajar dan bermainnya. 

HTI

Anak-anak sudah kembali ke pangkuan keluarga masing-masing. Kini, giliran para orangtua memadati depan panggung utama Rumah Dunia. Minggu (15/4), pukul 09.00 WIB, sekitar 50 aktivis dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri nampak serius menyimak pemaparan dari pembicara seputar dunia kepenulisan. Pada kesempatan itu, Firman Venayaksa dan Aji Setiakarya memaparkan berbagi pengalaman mereka sebagai motivasi menulis dan memperkenalkan artikel serta ihwal menembus media. Gola Gong dan Tias Tatanka tidak bisa hadir dikarenakan ada undangan pembicara di SMP dan SMA Nurul Fikri Boarding School, Cinangka, Serang-Banten. Hari semakin terik. Waktu menunjukan pukul 11.30. Suasana bertambah ramai ketika peserta Tralis (Training Menulis) dan pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Serang kembali memulai kelasnya di sudut areal RD. Kelas khusus sekenario asuhan Gola Gong juga sudah nampak mengikuti materi dari Gola Gong yang baru saja pulang dari Cinangka. Yah, Minggu adalah hari menulis. Karena di hari itu sudut-sudut halaman RD biasanya dipenuhi orang-orang yang ingin belajar menulis. Di sana-sini diskusi. Berkelompok-kelompok namun satu tujuan:Menulis! 

ACADEMIC WRITING

Pukul 12.30, sebagian aktivis HTI sudah pulang. Peserta Tralis dan pengurus FLP masih asik berbincang-bincang sambil istrihat setelah shalat dzuhur. Sementara kelas skenario, merangkap sebagai kru redaksi buletin Rumah Dunia masih disibukkan rapat kecil persiapan launching yang direncanakan pada akhir April. Zee Ahmadi selaku Pemred nampak sigap menagih tulisan pada rekannya. Tidak hanya itu, suasana bertambah riweuh saat kelas menulis angkatan 9 Rumah Dunia yang rutin diadakan pukul 14.00 sudah menjejali halaman, ditambah dengan pengunjung yang sengaja datang untuk sekedar membaca.  Di tengah suasana gagap gempita itu, tiba-tiba datanglah serombongan bapak-bapak yang sebagian mengenakan kaos berlogo Rohto. Seorang perempuan di antara mereka yang tak henti-henti menggelengkan kepala, melihat suasana tersebut. ”Luar biasa! Antusias sekali mereka,” ungkapnya. Wanita itu adalah Dra. Naning Pranoto yang didampingi Sides Sudarto, mantan wartawan senior Kompas. Mereka datang dari
Jakarta hendak memberi pelatihan menulis bertajuk Academic Writing:langkah-langkah menulis karya ilmiah dan mengajak peserta mengikuti lomba esai ilmiah yang diadakan oleh PT. Rohto. Tak ayal, RD pun layaknya lautan manusia. HTI, Tralis dan pengurus FLP, kelas skenario, kelas menulis angkatan 9, ditambah beberapa peserta dari luar semuanya menyatu selama 2 jam lebih. Belajar dan berbahagia bersama. 
 

AGENDA

Kalau selama ini RD melakukan komunikasi
massa lewat media cetak, kini kami mulai merambah media elektronik. Setiap pukul 20.00 di 22 UHF Banten TV, seluruh kegiatan RD ditayangkan dalam bentuk profil RD. Lalu untuk menyambut munculnya TV lokal tersebut, Sabtu (28/4) RD berencana menggelar diskusi “Selamat Datang TV Banten”. Sebagai pembicara, rencananya kami mengundang Djauhari Ardiwinata selaku GM Banten TV, Banten Star, dan beberapa praktisi. Mari sambut TV Banten. Mudah-mudahan menjadi salah satu media yang bisa meningkatkan budaya literasi di Banten. (Penulis Langlang Randhawa, mahasiswa IAIN Banten, Sekertaris Rumah Dunia
)*) Dimuat di Radar Banten 20 April 2007 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

May 2007
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: