KELUARGA PENGARANG

FEMINA, WORLD BOOK DAY DAN TV LOKAL

Posted on: May 4, 2007

gambar_6.jpgDi pagi yang cerah Minggu (22/4) jam 9.00, Rumah Dunia kedatangan tamu dari sebuah majalah wanita nasional (Femina). Dia adalah pak Heryus, editor majalah Femina. Ia datang ke Rumah Dunia untuk tugas jurnalistik.

Sebenarnya hari sebelumnya, Rabu sore (19/4) Pak Heryus sudah pernah datang. Tapi, menurutnya kurang sreg, karena waktunya terbatas. Jadi hari Minggu itu ia luangkan waktunya untuk mendalami Rumah Dunia. “Sekalian bawa keluarga bertamasya,” ungkap lelaki yang mengaku sudah 23 tahun menjadi wartawan ini. Kedatangan Pak Heriyus tentu saja disambut gembira  oleh para relawan dan teman-teman FLP Serang yang sedang mengadakan Training Menulis (TRALIS). Akhirnya Pak Heryus didaulat menjadi pembicara tamu dalam pertemuan minggu kemarin. Selain membahas tentang dunia kepenulisan, Heriyus juga membicarakan pengalamannya menjadi wartawan dan editor Femina. menulis Wah, kami sangat beruntung sekali dipertemukan dengan orang-orang yang mempunyai banyak ilmu dan pengalaman. Sehingga selesai memenuhi narasumber itu pak Heryus pun harus pulang. 

PelatihanDi saat-saat Rumah Dunia sedang merencanakan kegiatan di luar. Dari Dinsos Kab. Serang meminta salah seorang relawan Rumah Dunia untuk mengikuti pelatihan di Lembang selama 10 hari. Sebagai syarat, karena di pihak Dinsos akan memberikan sumbangan berupa materi ke Rumah Dunia. Ibu Tias yang mendapatkan informasi langsung dari pihak Dinsos segera memberitahukan kepada para relawan tentang berita ini. “Ya, kami tidak bisa nolak. Sebab pihak Dinsos yakin benar dengan Rumah Dunia. Ya, terima saja kalau ini baik.” kata Tias di depan para relawan saat rapat. Sejak itu juga diputuskan satu orang relawan untuk pergi ke Lembang mengikuti pelatihaan. 

Langlang yang menjabat sekretaris Rumah Dunia harus dideportasi ke Lembang dalam misi sosial. Sedang tanggung jawab acara diskusi dan
surat menyurat diserahkan ke Muhzen untuk sementara. Senin (23/4) Langlang berangkat ke Lembang untuk memenuhi tugasnya mengikuti pelatihan. Kami dari rumah Dunia berterima kasih atas kepercayaan pihak Dinsos Kab. Serang. Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan seperti ini. Selama itu baik dan bermanfaat nantinya di masyarakat.
 

World Book Day“Awi. Bebegig, Kiray, Buku dan yang lainnya sudah siap belum?”Tanya Rimba pada salah satu relawan. Soalnya Rimba yang ditunjuk sebagai kordinator akan berangkat ke
Jakarta bersama dua relawan baru Shodik dan Tohir untuk mewakili Rumah Dunia dalam acara World Book Days di DIKNAS (Senayan@library). Pasalnya acara tersebut akan berlangsung selama tiga hari pada 26-29 April 2007. Sehingga pada hari Rabu (25/4), Rumah Dunia sebagai perwakilan komunitas dari Banten harus on time sebelum acara dimulai. Firman Venayaksa presiden Rumah Dunia yang akan hadir pada acara pembukaan World Book Day sekaligus pembicara dalam diskusi film Indie sudah mewanti-wanti Rimba Alangalang sebagai kordinator. Karena acara ini bukan main-main. Kita perwakilan dari Banten harus menunjukan yang terbaik di mata khalayak umum.
 

Sebab, acara ini  sangat penting untuk dihadiri. Jangan sampai disia-siakan, karena bukan masyarakat biasa saja yang akan hadir pada acara tersebut. Tapi, dari berbagai komunitas dan para pejabat pemerintahan pusat pun akan menyaksikannya. Bagi Rumah Dunia mengikuti acara ini untuk yang keduakalinya. Seperti tahun lalu dan sekarang Rumah Dunia  akan menyajikan tema stand tentang kampung, karena Rumah Dunia ada dan berkembang awalnya dari kampung. Jadi, ini sebagai ciri khas Banten yang kampung, tapi mempunyai ke unikan tersendiri di mata orang banyak.Selain itu, moment seperti ini sangat baik untuk memperbanyak jaringan relasi dan mempromosikan budaya literasi yang sedang berkembang di Banten. Meskipun imej Jawara tidak bisa lepas dari Banten sendiri. Tapi, Banten juga memiliki slogan yang unik untuk di ingat  yaitu; ‘Simpan Golokmu dan Asah Penamu. Kami Di Sini Berbahagia”.  

TV Lokal“TV Lokal Untuk Siapa?” itulah sub-judul acara diskusi untuk Sabtu (28/4) di Rumah Dunia. Acara diskusi akan dimulai pada pukul 13.30 WIB. Dengan menghadirkan beberapa pembicara yang kompeten di bidang komunikasi dan jurnalistik seperti: Djauhari Ardiwinata (GM. Banten TV), Eneng Nurcahyati (Kabiro Humas Pemprov. Banten) dan Alam Rachmis (Reporter Harian Antv). Yang tentunya mereka bertiga akan memberikan penjelasan yang menarik dan seru dari sudut pandang yang berbeda, mengenai TV lokal di Banten. Untuk teman-teman yang tertarik dengan acara diskusi ini, diharapkan kehadiarannya di Rumah Dunia, karena ini penting demi kemajuan Banten kelak. Aje kelingan ya, dulur-dulur. TV lokal iki dek sape? Duweni wong Banten. Yu, sareng-sareng hadir.* * * 

(Muhzen_den, mahasiswa semester II Diksatrasia FKIP Untirta dan Pj. Kedai Buku Jawara) 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,650 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

May 2007
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: