KELUARGA PENGARANG

TEROR HANTU WANITA

Posted on: April 10, 2007

teror.jpgOleh: Muhzen_den Judul : Lewat Tengah Malam
Penulis : Gola Gong & Ibnu Adam Aviciena
Cetakan : 2007
Tebal : 170 hal
Penerbit : Gagasmedia
Di lihat dari cover buku ini tampak menarik. Dengan setengah gambar sosok hantu wanita yang merayap di dinding sambil mencakar-cakar seperti cicak, dan juga seorang remaja wanita yang sedang duduk sambil membaca buku tebal, serta tergantung di
sana sebuah jam dinding dengan jarum menunjukan angka 12 lewat. Maka tertulislah sub-judul buku itu “Lewat Tengah Malam”.
Saya sebagai pembaca jadi tertarik untuk membaca buku ini, karena tergiur dengan kemasan buku yang memikat. Sehingga tanpa pikir panjang saya baca dengan cermat. Selain kemasan buku ini yang memikat juga karena melihat duet penulisnya yang familiar dan tidak. Gola Gong penulis buku terkemuka berduet dengan penulis pemula Ibnu Adam Aviciena yang masih minim karya. Sungguh luar biasa, mengambil resiko tanpa harus mengukur kualitas. Sehingga terciptalah buku ini dari saduran based on script by Ery Sofid.  

Buku novel Lewat Tengah Malam mengisahkan tentang seorang wanita remaja berusia 17 tahuan,
Alice namanya. Cerita awal di buka dari sudut pandang hantu di tempat sampah yang merayap-rayap. Lalu berlanjut ke sebuah keadaan apartemen di mana Alice dan mamanya
Tara tinggal.
Alice merasakan bau yang menyengat pada malam-malam itu. Ia tak sadar kalau hantu yang berada di tempat sampah itu merayap masuk keruang apartemennya. Sesekali Alice merasakan keheningan yang mencekam, hingga bulu kuduknya berdiri.
Alice semakin ketakutan di saat hantu wanita itu menampakkan wujud aslinya.
Alice tak bisa apa-apa, nafasnya terengah-engah. Ia mencoba untuk menghindar dari hantu itu.Tapi hasilnya ia jadi terbentur tembok dan tubuhnya melorot jatuh pingsan.
 

Sejak peristiwa itu
Alice menjadi penakut. Ia mencoba menggunakan berbagai cara untuk menghindar dari hantu wanita itu, serta memberitahu pada mamanya bahwa di apartemen ini ada hantu. Tapi, apa hasilnya. Setalah Tara mendengar penjelasan itu jadi naik pitam dan marah. Karena ucapan Alice tentang hantu itu hanya halusinasi
Alice saja yang ingin menjadikan suasana apartemen ini menjadi angker. Padahal kepindahan
Tara ke apartemen baru ini hanya untuk mencari ketenangan. Tapi, anaknya
Alice berbicara yang mengada-ngada tentang hantu. Sehingga konflik ibu dan anaknya menjadi berlarut-larut.
 

Setelah itu berbagai peristiwa pun terjadi di apartemen itu. Alice sering di teror dengan sesosok hantu wanita itu, sedangkan
Tara semakin curiga dengan sikap anaknya. Meskipun Tara mulai merasakan kegamangan di apartemennya. Tapi ia tak mau ambil peduli. Sehingga muncul peristiwa lain yang lebih mengejutkan. Yuga mantan suami Tara ayahnya
Alice tiba-tiba masuki RSJ dengan dugaan gila karena telah mencongkel matanya sendiri. Maka muncul tokoh lainnya Ramon sebagai saksi dalam cerita ini. Ramon adalah teman sekolah
Alice yang baik hati. Ia sempatkan waktu hanya untuk
Alice. Mulai dari menemaninya sampai menampung cerita-cerita yang dikatakan oleh
Alice mengenai hantu wanita itu. Disisi lain Melvi merasa cemburu dengan kedekatan Ramon terhadap
Alice. Melvi merasa diduakan oleh Ramon. Padahal Melvi adalah pacar Ramon dan
Alice hanya teman biasa. Tapi, Ramon banyak menyempatkan waktunya untuk
Alice ketimbang dengan Melvi.
 

Cerita mengalir dramatis dengan teror-teror yang menghantui tokoh Alice dan
Tara. Ternyata arwah hantu wanita penasaran itu adalah Elma selingkuhan ayahnya
Alice. Elma di bunuh saat menuruti kemauan Yuga untuk mengaborsi kandungannya. Setelah itu mayatnya di buang ke tempat sampah. Sedangkan keajaiban di alami
Alice.
Alice di anggap telah mati oleh Ramon. Alice mengatahuinya lewat buku harian yang ditulis Ramon dan dijelaskan lagi oleh
Tara yang membunuhnya. Sehingga cerita yang sudah lewat pun diceritakan kembali. Pada waktu Tara membunuh
Alice dan membawanya ke apartemen dalam keadaan mati. Tetapi, suatu hari
Alice hidup lagi seperti sediakala. Juga pada peristiwa pembunuhan Elma wanita selingkuhan Yuga ayahnya
Alice juga dikisahkan kembali. Hingga peristiwa-peristiwa rahasia itu terkuak dengan jelas. Dan di akhir cerita ini Alice kembali sediakala dan
Tara menyadari kesalahannya sedang Ramon putus dari Melvi. Lalu Yuga hilang tanpa sebab di cerita ini.
 

Di dalam buku novel ini ceritanya lumayan bagus dengan peristiwa-peristiwa yang membuat pembaca penasaran. Namun yang menjadi kesalahan fatal pada buku ini adalah banyak kata-kata yang tidak sesuai, seperti kata setelah menjadi setalah, membuat jadi membut serta banyak lagi kata lainnya. Dan paling jelas kesalahannya pada halaman 54 – 55. Di situ tertulis bukan cerita halaman 54 melainkan cerita halaman 39, sedangkan dilembar halaman 55 ceritanya tidak nyambung. Peristiwa Yuga memukul kepala petugas RSJ yang seharusnya ada di halaman 150. Tapi, ini ada di halaman sebelumnya. Serta pembunuhan petugas pertama yang telinganya putus juga tidak dijelaskan. Tiba-tiba Yuga memukul kepala petugas itu dan melarikan diri. Ini benar-benar kesalahan yang fatal. Dalam kajian sastra dan ilmu bahasa kesalahan ini masuk pada pendekatan objektif dan sintaksis, yang membuat karya itu tidak strukturalis. Salah dalam isi kekaryaan itu sendiri dan salah dalam menyulam kata menjadi kalimat yang baik. Entah kesalahan editor penerbit yang kurang teliti membacanya atau kesalahan dari penulis yang terburu-buru dalam menuliskannya. Saya sebagai pembaca hanya bisa memberikan kritikan kecil saja. Untuk berikutnya harap diperhatikan lagi.  

***  

*) Muhzen_den adalah Pj. Kedai Buku Jawara dan mahasiswa semester 2 Diksastrasia FKIP Untirta Serang-Banten.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

April 2007
M T W T F S S
    May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: