KELUARGA PENGARANG

RUMAH DUNIA GOES BLOGING, TEATER ISLAM DAN HORISON

Posted on: April 10, 2007

5pesta_1.jpgOleh: Rimba Alangalang 

Eksistensi seorang penulis adalah tulisannya. Kemudian kenapa penulis bisa eksis, karena ada media yang memuat tulisan-tulisannya. Hal itulah yang menjadikan alasan kalau penulis dan produk cetak –seperti buku, koran,majalah,bulletin dan yang lainnya- adalah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Tapi dengan perkembangan teknologi yang sedemikian hebat akhir-akhir ini, media yang dicetak bukan lagi menjadi satu-satunya alat untuk menunjukan eksistensi seorang penulis. Familiarnya dunia internet dan aksesnya yang tak terbatas ke seluruh penjuru dunia, menjadikan alam maya tersebut begitu digemari untuk mempublikasikan tulisan-tulisannya tanpa harus melalui meja editor dan atau mengalami sindrom tak layak muat. Salasatu fasilitas di internet tersebut adalah dunia blog. Merupakan sebuah media untuk membuat website pribadi yang bebas kita gunakan untuk menulis apapun yang kita inginkan.  

GOES BLOGINGSabtu (31/03), Budi Putra seorang wartawan Information Technology (www.budiputra.com) Koran TEMPO berkenan membagi ilmunya di Rumah Dunia. Dia datang bersama istri dan kedua anaknya. Ruang perpustakaan Surasowan berubah fungsi menjadi tempat workshop Blog. Karena hanya komputer di ruangan tersebut yang mempunyai koneksi internet. Sebab tempatnya terbatas, kami pun membatasi jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Awalnya hanya untuk relawan saja. Tapi kemudian kelas menulis angkatan Sembilan kami perbolehkan untuk mengikutinya pula. Tanya jawab pun berlangsung sangat seru. Dari mulai penasehat Rumah Dunia, Gola Gong, sampai peserta kelas menulis angkatan Sembilan berebut untuk bertanya tentang dunia blogger. Esok paginya, Budi putra nongol di metro TV membahas tentang dunia blog juga. Selesai workshop, semuanya baru sadar kalau ada dunia lain yang ada di bumi ini yang belum kita kenal. Kata Budi putra, “Yang terpenting dari blog itu adalah isinya. Dan ingat, ini adalah dunia baru yang akan membuat kita seolah tersesat di jalan yang besar.”Gola Gong menambahkan, “TErutama untuk peserta kelas menulis Rumah Dunia angkatan kesembilan, wajib hukumnya memiliki blog.” 

KUNJUNGANBeberpa hari sebelumnya kami menerima telepon dari anak-anak teater Islam (tim ilustrasi) mereka ingin berkunjung ke Rumah Dunia. Setahun yang lalu mereka pernah berkunjung. Selasa (3/3) mereka datang satu bis. Ternyata benar, setahun yang lalu mereka pernah berkunjung ke Rumah Dunia. Dan atas nama teater islam pondok modern Gontor. bukan tim ilustrasi seperti sekarang. Tahun kemarin mereka datang ke Rumah Dunia hanya untuk belajar teater. Tapi selasa kemarin mereka datang tidak hanya ingin belajar teater, tapi juga belajar cara membuat film.dengan dipandu Piter Tamba dan Firrman Venayaksa, mereka serius mengikuti materi yang diberikan. Menjelang isya acara baru berhenti. Merekapun kembali ke
Jakarta menggunakan bus kecil.
Keesokan harinya, kamipun mendapat kunjungan yang datangnya secara bersamaan. Yang pertama dari mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas
Indonesia dan yang kedua dari serikat pekerja Jakarta Internasional Container Terminal (JICT). kalau mahasiswa UI tersebut memang datang tidak direncanakan sebelumnya. Mereka hanya ingin studi comparative saja. Tapi yang lebih serius adalah sebelas orang dari serikat pekerja tersebut. Mereka datang ingin belajar tentang pengelolaan tentang perpustakaan yang diperuntukan untuk masyarakat. Beberapa hari sebelumnya mereka telah mengirimkan email dan proposal rencana kunjungan mereka ke Rumah Dunia. dan dengan keterbatasan kami, kami berbagi ilmu dengan mereka dalam pengelolaan perpustakaan.
Pada hari senin (203) kami menerima sumbangan buku-buku autobiografi, topeng-topeng dan sebuah pianika dari E Adril Soelaeman.  

AGENDAHari Sabtu (07/03) lalu, Rumah Dunia menyelenggarakan diskusi “Bedah Horison”. Kita diberi informasi seluk-beluk tentang majalah sastra Horison. Dari mulai redaksi hingga cara pengiriman tulisan ke majalah Horison.  Moh. Wan Anwar,  redaktur majalah Horison, menjadi pembicara. Tadinya Agus R Sarjono akan datang. Tapi karena ada keperluan ke
Bandung atal hadir.
Paling mengejutkan adalah Minggu (08/03) kemarin, kami kedatangan Arswendo Atmowiloto, seorang penulis yang mengorbitkan penulis-penulis muda tahun delapan puluhan. Seperti Hilman, Gola Gong, Boim, dan lain-lainnya. Otak majalah-majalah Gramedia Group ini datang bersama rombongan rumah produksinya, Atmochedi production house.. Kedatangannya untuk meliput kegiatan yang ada di Rumah Dunia. “Ini untuk program budaya TV Edukasi. Nanti akan tayang di seluruh TVRI Indonesia. Juga di sekolah-sekolah,” kata Mas Wendo.Setelah pekrjaan membuat profile Rumah Dunia selesai, Mas Wendo didaulat jadi narasumber. Di Minggu pagi yang gerimis itu kebetulan ada TERALIS FLP Serang dan kelas scenario Rumah Dunia angkatan pertama. Sekitar 40 peserta denan tekun mendengarakan proses kreatif Mas Wendo, bahkan ketika hidu di dalam bui sekitar tahun 1990 – 1994.

Dan jangan lewatkan, Minggu 15 April nanti, pukul 14.00, Naning Pranoto akan membagi-bagikan ilmu Writing Academic di Rumah Dunia. pesertanya hanya untuk 50 orang saja. Jadi sangat rugi kalau kita tidak ikut mendaftar. Ditunggu ya! (Rimba Alangalang, mahasiswa IAIN, Mentri Keuangan Rumah Dunia)

*) Foto: nak-anak Rumah Dunia sedang melukis di ruang Galey Sirkus

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

April 2007
M T W T F S S
    May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: