KELUARGA PENGARANG

JALAN MULUS KE RUMAH DUNIA, CILOANG

Posted on: April 10, 2007

plaza-com.jpgOleh Gola Gong

Kalau ada sumur di ladang boleh kita numpang mandi
Kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi
Kalau gak ada lagi jalan berlubang boleh kita naik mobil sambil nampang
Kalo ada bunyi seeer ngegeleseeer… bolehlah kita naik mobil ke Ciloang

***  

Saya ingat, saat Taufik Nuriman masih jadi wabup Serang, hadir di Rumah Dunia dalm debat caon bupati Serang, seorang tukang ojek melontarkan pertanyaan menggelitik. “Bapak, datagn ke Rumah Dunia lewat mana?” Itu tahun 2005, dimana jalan masum ke Rumah zdunia lewat Kemang Pusri betul-betul “goyang dombret”; berlubang dan berubah jadi kubangan kerbau jika musim hujan. Tufik Nuriman sadar sedang disindir menjawab sambil tersnyum, “Saya datang ke Rumah dunia lewat atas.” Peserta debat pun tertawa.  

Lalu Taufik Nuriman menjelaskan, bahwa dia sadar jaln ke Ciloang sangat rusak. Ini ironis, karena kampung Ciloang berada di pusat
kota Serang, diapit kampus IAIN dan Untirta serta sering didatangi tamu-tamu dari luar Serang, yang hendak berwisata ke Rumah Dunia.
 

Hari pun bergulir. Radar Banten terus saja mewartakan tentang jalan di Ciloang – mulai dari pintu Kemang Pusri sampa di Cikubil, yang persisi di depan rumah Plt. Gubernur Banten di Jl. Bhayangkara. Bahkan bberapa kali, anak-anak Rumah Dnia mengkritik di ruibrik “Salam Rumah Dunia” di edisi Kamis, Radar Banten. Problem utama kenapa jalan itu rusak, karna banyak truk atau tronton milik Pusri dan pabrik oli. Beberpa pengojek sering mengeluhkan, ban motornya cepat bocor. Begitu juga pengayuh becak, bannya selain sering pecah juga pelek becaknya jua bengkok.  

Setahun bergulir. Isu jalan Ciloang akan diperbaiki terus bergulir, bahkan jadi menu sehari-hari. Ketika jalan masuk ke Komplek P&K di Penancang Serang dihotmix, kami di Ciloang hanya bisa berharap. Beberapa kali kami rapat dan sempat marah hendak mendemo Pemkab Serang, tapi urung dilakukan. Kami juga hendak mendemo Pusri dan pabrik oli yang jadi biang kerok jalan rusak, juga tidak jadi. Menurut Kurnia Hidayat, Ketua RT Komplek Hegar Alam, “Jalan di Ciloang ini sejak 15 tahun lalu, belum pernah diperbaiki.”  

Dan, eng ing eng… isu itu berhembus lagi. “Juni 2006 jalan di Ciloang akan diaspal!” Kami tidak begitu antusias. Tapi pertenghan juli, batu-batu koral pun ditumpuk di pinggir jalan. Isunpun merebak lagi. “Lamun kite ore ngedukung Atut, batu-batu kien diankut maning jeh!” Wealah!  

Tapi, di akhir Juli, mobil slinder pun mulai merayap, menggilas batu-batu koral yang menutup lubang-luban.
Para kuli pun membakar drum-drum aspal hitam. Jalan yang berlubang-lubang di Ciloang pun mulai ditmbal. Aspal dilumerkan dan disiramkan. Alhamdulillah, walaupun kualitasnya tidak bagus, tapi para pengojek dan pengayuh becak bisa tersenyum. Kini, jalan di Ciloang sudah bagus, rata dan mulus, walaupun kini berdebu. Tapi, di pintu masuk Kemangn Pusri sudah mulai bergelombang karena tidak uat menahan beban truk-truk besar (tronton dan kontainer) milik Pusri dan pabrik oli. Kedua perusahaan itu memang tidak memikirkan, kalau akibat ulah mereka, jalan di Ciloang jadi cepat rusak.
 

Breem, bremm… mari jalan-jalan ke Ciloang…  

***  

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,650 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

April 2007
M T W T F S S
    May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: