KELUARGA PENGARANG

BELAJAR BUKAN CUMA DI SEKOLAH, MALL, CAFE,TAPI JUGA DI ALAM TERBUKA

Posted on: April 9, 2007

5pesta_3.jpgOleh Gola Gong 

Penahkah terlintas di benak kamu baik yang ikhwan maupun akhwat,  berjalan menggendong ransel sarat beban, menyusuri jalan setapak yang mendaki? Resiko kuku kaki kuku tangan patah, telapak kaki kasar atau kulit badan tergores duri-duri pohonan?

Pernahkah kamu yang akhwat membayangkan menjadi seorang perempuan bernama Dwi Astuti, yang sudah berusia 48 tahun beranak tiga, tapi sedang bertekad menaklukan gunung Himalaya (setinggi 8848m) lewat jalur selatan pada 24 Maret 2007 nanti? Pernahkah kamu membayangkan,  punya kulit kuning langsat, wajah bersih tanpa bercak noda sengatan matahari, atau bodi tinggi semampai berlenggak-lenggok di cat walk? Saya yakin, kamu pasti membayangkan menjadi selebritis seperti itu setiap saat! Saya juga yakin, pasti yang kamu bayangkan adalah hidup nyaman seperti yang John Naisbit sebarkan, yaitu gelombang arus food, fashion, dan film di negara dunia ketiga. Konsumerisme makin gila melanda.  Cewek tomboy dan cowok macho bawa ransel, kemeja kota-kotak flanel dan sepatu boot udah nggak zaman lagi! Udah basi! Udah ke laut getu lho! Jadul itu!   

Di negeri ini, para remaja sekarang lebih asyik mimpi jadi selebritis dadakan! Setiap ada ajang-ajang kecantikan atau adu bakat, mereka bela-belain ngeluarin kocek puluhan bahkan ratusan juta buat beli voucer HP, supaya bisa menang saat polling SMS. Sebenarnya kegiatan instan kayak gitu nggak jelek, kok. Bagus juga buat bikin kita kreatif. Tapi, ujung-ujungnya bisa jelek buat kita kalo itu dijadiin tujuan utama dalam hidup. Banyak kok, yang menjadikan kepopuleran sebagai tujuan hidup, sehingga jika gagal mereka patah hati. Nggak semangat lagi hidup. Padahal, hidup itu nggak cuma di mall, di cafe, di cat walk, di televisi, jadi bintang sinetron, jadi model ternama, jadi putri cantik sedunia. Nggak, kok. Suer deh! Hidup itu juga bisa bermakna, saat kita pergi keluar kota, nikmatin senja di pantai. Nikmatin fajar di puncak gunung. Atau nikmatin purnama di atas perahu di tenah lautan.  

Mestinya kita ingat apa yang kata Allah, bahwa kita ini jangan mewariskan generasi yang lemah. Itu sebetulnya sudah muncul tanda-tandanya. Nggak mampu bayaran sekolah, anak kecil mati bunuh diri. Putus cinta, mantan pacarnya dibunuh. Nggak ada ongkos buat pacaran, nyuri harta orang jalan keluarnya. Itulah sebetulnya ciri-ciri generasi yang lemah. Yang cengeng. Gampang gelap mata. Mudah putus harapan. Di QS al-Anbiya ayat 16 disebutkan, bahwa Allah nyiptain alam semesta itu nggak main-main. Didalamnya terkandung tanda-tanda kebesaran Allah bagi yang mau mempelajarinya.  Juga di QS al-Mukmin ayat 64 dikatakan, Allahlah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap. Nah, kamu-kamu ingat dong fenomena nabi Ibrahim AS. Dia begitu gigih belajar tetang kehidupan lewat alam semesta. Juga proesnya mencari siapa sesungguhnya Allah SWT. Belajar itu bukan hanya di mall, di cafe, di cineplex, tapi juga di alam terbuka.  Banyak kekuatan yantg bisa kita serap dari alam semesta. 

Saya pernah mengalaminya. Belajar bagi saya tidak hanya di sekolah. Apalagi cuma di mall, di cae, di cineplex. Bagi saya belajar bisa saja lewat sawah, sungai, fajar, terik matahari, debu jalanan, aspal meleleh, kemacetan, teriakan kondektur, hujan, senja, purnama, puncak gunung, debur ombak, air bah,dan kicauan burung. Semua itu membuat jiwa kita akan kuat. Membuat kita tahan banting; setiap jatuh akan terus bangkit lagi! Akan membuat kita jadi generasi yang siap menerima tantangan. Yang siap selalu mengatakan ”ya” untuk kebenaran dan ”tidak” untuk kebatilan.  Nggak pecaya? Mulailah ngebuktiin dengan keluar rumah, sendirian atau rame-rame. Bawa ransel, tenda, matras. Kempinglah di pantai atau di kaki gunung. Mulailah meniru apa yang pernah nabi Ibrahim lakukan. Lihatlah alam semesta. Rasakan kebesaran-Nya! *** *) Rumah Dunia, 15 Agustus 2006*) Dimuat di Majalah muslimah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,650 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

April 2007
M T W T F S S
    May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: