KELUARGA PENGARANG

“MEMERDEKAKAN” PEREMPUAN

Posted on: April 9, 2007

beri-lukisan.jpgSebuah Aksara Keprihatinan

Oleh : Tias Tatanka 

Suatu sore, beberapa  saya dikejutkan oleh tayangan sebuah infotainment tentang foto-foto ‘syurisme’ yang melibatkan model dalam negeri seperti Davina, Kinaryosih, Luna Maya, hingga kelas luar negeri, Nadya Hutagalung. Sekilas ditampilkan deretan foto-foto yang dibidik oleh para fotografer andal semacam Jay Subijakto dan Hutomo.             Davina tampil dengan tema comic-woman memerankan tokoh wanita super hero, dengan kostum yang super minim pula. Saya akui, sekilas hasil pengambilan gambar mirip dengan tokoh rekaan yang ingin diwakili. Tapi –alamak- kostumnya membuat saya tak habis pikir, bagaimana desainernya membuat pola yang membuat tubuh Davina hanya tertutup kira-kira sepertiganya. Saya menduga kostum itu harus dilekatkan dengan lem khusus agar bagian terpenting dari tubuh modelnya tak tampak.            Sementara itu, Luna Maya dipotret dalam air, dengan bikini. Entah berapa banyak air yang harus ditelan Luna dalam proses pemotretan yang kabarnya berlangsung selama empat jam itu. Entah bagaimana pula detak jantung para lelaki ketika melihat pose Luna. Jika mereka lelaki normal, pastilah ada dorongan hormon adrenalin yang memacu hasrat sexual.            Seperti yang diakui Jay Subijakto ketika diwawancara dalam tayangan tersebut, saat memotret Nadya Hutagalung yang berpose dengan kostum tipis, ia pun merasakan ‘dorongan’ itu. Tetapi karena telah mengenal Nadya dengan baik dan merasa saat itu ia sedang bekerja, maka ia harus profesional dan membuang jauh-jauh naluri lelakinya. Nadya pun menyatakan tak masalah dengan pose dan kostum yang dijalaninya.            KEMERDEKAANKAH? 

           

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

YanG BerkunjuNG :

  • 161,636 hits

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

April 2007
M T W T F S S
    May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!

FoTO-fotoKU

More Photos
%d bloggers like this: