KELUARGA PENGARANG

Archive for the ‘TiPS’ Category

MOHON DO’A

Posted by: keluargapengarang on: January 16, 2008

Saya sedang sakit. Mohon do’a. Lumbal 5 saya makin mengecil, menjepit saraf kedua kaki. Tahun baru kemarin, saya masuk rumah sakit lagi. Kedua kaki dan tangan kanan saya sering kesemutan. Panas dingin teus. Sekarang, saya sedang terapi di dokter holistic, seminggu dua kali. Akupuntur. Disetrum. Saya sedang berjuang, agar tahap awal kelumpuhan itu teratasi. Kata [...]

MEMULAI MENULIS DAN MENGATASI WRITER BLOCK

Posted by: keluargapengarang on: September 3, 2007

Oleh Gola Gong
Menulis cerita fiksi (cerpen dan novel) itu gampang, kata orang. Ah, masak? Bagi yang gampang, ya gampang. Bagi yang sulit, ke laut ajah. Lalu bagi saya, bagaimana? Sudah lebih 6 novel saya tulis, aapa itu bukan berarti gampang? Ah, tidak juga. Bagi saya, tidak ada yang gampang di bumi ini dn tidak ada [...]

MEMBACA DAN RISET ADALAH PROSES [14]

Posted by: keluargapengarang on: June 7, 2007

Problem penulis pemula ibarat memakan mie instan; diseduh langsung dimakan. Menulis ingin langsung jadi. Duduk di depan komputer, ngetik, langsung jadi cerpen atau novel! Padahal proses (kreatif) sebuah karya yang baik adalah melalui membaca dan riset.

PERJALANAN KITA MENJADI CERITA [13]

Posted by: keluargapengarang on: May 16, 2007

Oleh Gola Gong
Ayu Utami menulis di koran Seputar Indonesia (31/12/06), ”Bumi bulat mudah menggelinding, bumi datar mudah retak.” Dia menyoroti pernyataan Thomas L. Friedman (The Worl is Flat), yang mengatakan bahwa gara-gara infrastruktur jejaring informasi teknologi lewat serat optik yang ditanam di dasar laut, kita bisa saling berhubungan secara horisontal dengan internet. Bumi pun jadi [...]

HAL BIASA MENJADI LUAR BIASA [12]

Posted by: keluargapengarang on: May 4, 2007

Oleh Gola Gong Sebetulnya siapa sih, yang boleh menyandang gelar ”pengarang” atau ”penulis”? Apakah dia harus bergelar S1 hingga S3? Kayaknya nih, bergelar atau nggak, boleh saja. Generasi terdahulu, kalau mau menulis ya menulis saja. Banyak pengarang yang malah meninggalkan bangku sekolah atau kuliah hanya karena ingin berkonsentrasi penuh dengan dunia menulis.

MENDENGAR CERITA DARI ORANG LAIN [11]

Posted by: keluargapengarang on: April 13, 2007

Oleh Gola Gong
Suatu hari, kami makan malam bersama. Kursi yang hanya empat mesti ditambah, karena dua anggota baru di rumah semakin tumbuh besar. Anak ketiga; Odi (2,5 tahun), mulai sering meminta haknya. Begitu juga si bungsu; Kaka (1,5 th), ikut-ikutan kpingin duduk sendiri.  

KONFLIK BUDAYA DAN AGAMA [10]

Posted by: keluargapengarang on: April 13, 2007

Oleh Gola Gong 
Kalau kita hendak menulis cerpen atau cerbung, kadang terlintas di benak kita: konfliknya apa, ya? Waduh, garing banget konfliknya! Bagi saya, konflik itu ibarat bumbu penyedap. Nggak ada konflik, wah, ibarat bakso nggak pake kuah. Coba aja kamu beli bakso. Cuma ada mie sama bakso, nggak ada kuahnya. Garing banget ’kan! Nah, begitu [...]


YanG BerkunjuNG :

  • 69,931 hits

a

LaCi MejA :

ALmanaK DindinG :

December 2009
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RUMAH KITA

Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintangbintang dari atap rumah kita aku akan ceritakan kelak pada anakanak tentang matahari bulan laut gunung pelangi sawah bau embun dan tanah aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara

BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)

KaTA MakNA

Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Tak ada ujungnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING!
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

FoTO-fotoKU

Padong Myanmar

More Photos